Guru Harus Beradaptasi dengan AI, Akademisi: Generative AI Mitra Baru dalam Pembelajaran Digital - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 23 Jul 2026 09:32 WIB ·

Guru Harus Beradaptasi dengan AI, Akademisi: Generative AI Mitra Baru dalam Pembelajaran Digital


 Bakhrul Huda (kanan), mahasiswa pasca sarjana Universitas Islam Raden Rahmat Malang, melakukan penelitian tentang rekonstruksi kompetensi guru di era digital berbasis Generative Artificial Intelligence. (ist) Perbesar

Bakhrul Huda (kanan), mahasiswa pasca sarjana Universitas Islam Raden Rahmat Malang, melakukan penelitian tentang rekonstruksi kompetensi guru di era digital berbasis Generative Artificial Intelligence. (ist)

BACAMALANG.COM – Pesatnya perkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) mendorong dunia pendidikan untuk melakukan rekonstruksi kompetensi guru agar mampu beradaptasi dengan ekosistem pembelajaran digital. Isu ini menjadi perhatian kalangan akademisi yang menilai transformasi teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Di era digital, peran guru tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran. Guru dituntut memiliki literasi digital yang baik, mampu merancang pembelajaran berbasis AI, serta memahami etika pemanfaatan teknologi agar proses belajar mengajar tetap humanis, kreatif, dan bermakna.

Sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari minimnya pemahaman guru terhadap teknologi AI, potensi ketergantungan pada sistem kecerdasan buatan, hingga persoalan etika dan orisinalitas dalam penyusunan materi pembelajaran.

Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai strategi dinilai perlu diterapkan, seperti pelatihan berkelanjutan, pendampingan melalui komunitas guru, serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu yang mendukung proses mengajar, bukan menggantikan peran pendidik.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan menjadi lebih adaptif, personal, dan inovatif. Generative AI dapat dimanfaatkan guru untuk menyusun bahan ajar, membuat instrumen asesmen, hingga menghadirkan simulasi pembelajaran yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan siswa.

Penelitian mengenai rekonstruksi kompetensi guru di era digital berbasis Generative Artificial Intelligence pun dinilai semakin relevan untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.

Bakhrul Huda, mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, menegaskan bahwa perubahan ini tidak bisa lagi ditunda.

“Guru di era digital tidak boleh gagap teknologi. Generative AI harus kita tempatkan sebagai mitra mengajar, bukan pesaing. Dengan begitu pembelajaran akan lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari sekolah maupun pemerintah daerah. Menurutnya, penyediaan infrastruktur, akses pelatihan, serta regulasi yang jelas mengenai penggunaan AI di lingkungan pendidikan menjadi faktor penting agar kompetensi guru dapat berkembang secara optimal.

Selain itu, peran orang tua dan masyarakat juga dinilai tidak kalah penting dalam mendukung pemanfaatan AI di dunia pendidikan. Kolaborasi seluruh pihak diharapkan mampu memastikan transformasi digital tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Melalui rekonstruksi kompetensi tersebut, guru Indonesia diharapkan mampu menjadi penggerak utama transformasi pendidikan sekaligus memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak demi menciptakan proses belajar yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Yayasan Bantuan Hukum Bima Kembali Aktif, Prioritaskan Warga Kurang Mampu Dapatkan Akses Keadilan Gratis

25 Juli 2026 - 09:09 WIB

Amnesty Desak Revisi UU Tipikor: Korupsi Harus Diakui sebagai Pelanggaran HAM

23 Juli 2026 - 12:05 WIB

UWG Malang Kukuhkan Dua Guru Besar, Perkuat Inovasi Akademik Lewat Enam Profesor Emeritus

22 Juli 2026 - 17:27 WIB

Menyiapkan Guru Masa Depan: Sekolah Pascasarjana UM Perkuat Profesionalisme Guru Melalui Pendampingan Pembelajaran Mendalam dan Kompetensi Abad ke-21

21 Juli 2026 - 09:36 WIB

PWI Pusat Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Tegaskan Tak Toleransi Penghinaan terhadap Wartawan

21 Juli 2026 - 09:32 WIB

Diprotes PWI, Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan usai Pernyataan di Kejagung Tuai Polemik

20 Juli 2026 - 17:33 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !