BACAMALANG.COM – Saat ini harga mengalami penurunan (terjun bebas), Petani Porang Kabupaten Malanga pun berharap harga bisa kembali stabil.
“Per hari ini harga di pabrik Rp 2300 per kilogram. Kalau kemarin-kemarin (November) bisa sampai Rp 6.500 per kilogram. Saat ini harga jual turun drastis,” tegas Petani Porang Kepanjen Kabupaten Malang, Andry Nurkholis, Minggu (5/6/2022).
Ia menjelaskan kenapa Porang dijual ke pabrik. “Tidak ada yang cari. Selama ini belum banyak pedagang/pembeli/tengkulak,” urainya.
Ia mengelola lahan yang ditanami Porang seluas 1 ha. Dikatakannya sekarang masih belum selesai panen, jadi belum diketahui fix rata-rata bobot semua.
“Kalau hasil uang maka dengan luas 1 ha, jumlah kira- kira 60.000 pohon bobot rata-rata 1 kg dikali harga yang dulu 6.000. itu kalau dulu. Sekarang sudah beda dan tentu menurun drastis,” paparnya.
Dijelaskannya selama ini hasil panen dijual ke pabrik PT Asia Prima Konjac Madiun.
Dipaparkannya mengelola tanaman Porang gampang-gampang susah.
“Gampang-gampang susah merawatnya. Untuk tahun ini masalah yang sering timbul umbi busuk,” jelasnya.
Dikatakannya, tidak banyak petani yang mencoba budidaya porang karena biayanya sangat besar, mulai harga bibit, biaya perawatan, dan sebagainya.
Lebih jauh ia menjelaskan perkiraan harga turun karena ada permasalahan diekspor, begitu ekspor macet otomatis harga akan turun drastis.
Hingga kini Tanaman Porang belakangan ini semakin menjadi produk primadona dan populer di masyarakat.
Orang mulai mengetahui kandungan dan manfaat di dalamnya. Porang bisa diolah menjadi Tepung Porang, Mie Shirataki, Agar-agar, Beras Shirataki.dan Bakso Porang. (had)





















































