Hormati Wulan Kapitu, Balai Besar TNBTS Tutup Kaldera Tengger Dari Arus Kendaraan Bermotor

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) akan melakukan penutupan kaldera Tengger dari kendaraan bermotor terkait akan digelarnya Wulan Kapitu atau bulan ketujuh dalam kalender Masyarakat Tengger. (ned)

BACAMALANG.COM – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) melakukan penutupan kaldera Tengger dari kendaraan bermotor. Penutupan dengan batas-batas tertentu ini terkait akan digelarnya Wulan Kapitu atau bulan ketujuh dalam kalender Masyarakat Tengger yang oleh sesepuh atau tokoh masyarakat Tengger dianggap sebagai bulan yang disucikan.

“Pada bulan ini, selama satu bulan, para sesepuh Tengger melakukan ‘laku puasa mutih’, yang bertujuan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan sang Maha Pencipta,” ungkap Plt Kepala BB-TNBTS, Novita Kusuma Wardani, Selasa (28/12/2021).

Novita menambahkan sebagai penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat Tengger, penutupan tersebut akan dilakukan dua kali, yakni pada awal Wulan Kapitu, tepatnya hari Minggu, 2 Januari 2022 pukul 18.00 WIB hingga Senin, 3 Januari 2022 pukul 18.00 WIB.

“Penutupan selanjutnya pada akhir Wulan Kapitu, tepatnya hari Selasa, 1 Februari 2022 pukul 18.00 WIB hingga Rabu, 2 Februari 2022 pukul 18.00 WIB,” jelasnya.

Penutupan ini tertuang dalam pengumuman nomor PG 35/T.8/BIDTEK/BIDTEK1/KSA/12/2021, tentang Pembatasan Kunjungan Wisata Alam Dan Kegiatan Masyarakat Pada Wulan Kapitu 2022, tanggal 28 Desember 2021.

Novita memaparkan, batas kendaraan bermotor dari arah Pasuruan sampai dengan Pakis Bincil, dan batas kendaraan bermotor dari arah Probolinggo maksimal sampai Cemorolawang. “Sementara batas kendaraan bermotor dari arah Malang dan Lumajang sampai dengan Jemplang,” imbuhnya.

Novita menegaskan, selama penutupan hanya kendaraan kedaruratan atau emergency yang diperbolehkan melintas kawasan tersebut. “Bagi pengunjung yang masih ingin berwisata di Bromo tetap diperkenankan dengan menggunakan kuda (yang wajib menggunakan kantong kotoran kuda), sepeda, tandu dan atau jalan kaki,” tandasnya. (ned/lis)