BACAMALANG.COM – Puncak musim kemarau menyebabkan krisis air bersih melanda 18 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Malang. Hingga Kamis (29/10/2026) pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus mengintensifkan penyaluran air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, belasan desa tersebut telah mendapatkan layanan distribusi air bersih. Sementara itu, pengiriman air ke Desa Sumberpucung masih berlangsung. Dua desa lainnya juga telah mengajukan permohonan bantuan dan saat ini masih dalam tahap asesmen oleh petugas.
Kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari puncak musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Malang, berkurangnya debit sumber mata air, hingga belum optimalnya infrastruktur pendukung di beberapa lokasi. Situasi tersebut berdampak pada terbatasnya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Penanganan darurat kekeringan ini mengacu pada Keputusan Bupati Malang tentang Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Malang Tahun 2026 yang ditetapkan pada 3 Agustus 2026.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan air masyarakat, BPBD Kabupaten Malang menggandeng sejumlah instansi dan lembaga, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, AMCF, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, serta Marva Telekomunikasi.
Penanganan dilakukan melalui optimalisasi posko tanggap darurat, pendistribusian air bersih berdasarkan kebutuhan di lapangan, serta pemantauan berkala terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. BPBD juga melakukan evaluasi dan pendataan untuk mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan akibat kondisi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.
“Distribusi air bersih terus kami lakukan sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak kekeringan,” ujar Purwoto, Jumat (30/10/2026).
Distribusi Tembus 6,19 Juta Liter
Berdasarkan rekapitulasi hingga 29 Oktober 2026, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan sebanyak 6.197.450 liter air bersih kepada 7.040 kepala keluarga atau setara 21.959 jiwa.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui 1.252 rit pengiriman menggunakan lima unit armada truk tangki. Air bersih didistribusikan ke 227 titik untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dampak kekeringan juga menjangkau sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat. BPBD mencatat terdapat satu fasilitas kesehatan, 14 fasilitas pendidikan, dan tujuh fasilitas umum yang masuk dalam pendataan dampak kekeringan.
Dengan kondisi kemarau yang masih menjadi perhatian, koordinasi lintas instansi dan pemantauan wilayah rawan kekeringan terus dilakukan guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































