Kecil Itu Indah, Menikmati Ragam Ekspresi Art on Postcar(t)d Exhibition di FIB UB - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 11 Sep 2024 16:00 WIB ·

Kecil Itu Indah, Menikmati Ragam Ekspresi Art on Postcar(t)d Exhibition di FIB UB


 Seorang pengunjung menyimak sejumlah karya dalam pameran Art on Postcar(t)d Exhibition di FIB UB, yang dibuka Selasa (10/9/2024). (Nedi Putra AW) Perbesar

Seorang pengunjung menyimak sejumlah karya dalam pameran Art on Postcar(t)d Exhibition di FIB UB, yang dibuka Selasa (10/9/2024). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Seni tradisional wayang ternyata masih cukup menarik perhatian sebagian generasi Z. Setidaknya hal ini ditampilkan Diana Milasih, mahasiswi angkatan 2023 Program Studi (Prodi) Seni Rupa Murni, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) lewat karyanya.

Dara asal Pemalang ini menghadirkan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana lewat goresan cat air sebagai bagian dari Art on Postcar(t)d Exhibition, atau pameran kartu pos di galeri SAC FIB A UB.

“Temanya terinpirasi kisah Ramayana karena saya memang senang dengan wayang,” ungkapnya saat ditemui BacaMalang.com di lokasi pameran, Selasa (10/9/2024).

Diana mengaku, dirinya senang dapat berkontribusi dalam pameran yang digelar hingga 18 September 2024 ini.

Ia menggarap tokoh Rama, Shinta maupun Rahwana dalam bentuk kartu pos berukuran A5 tersebut dalam waktu 2 minggu.

“Menyenangkan, karena bisa mengeksplorasi diri saya lewat karakter-karakter itu,” tandas perempuan berhijab ini.

Romy Setiawan (kiri), ketua pameran dan dosen Prodi Seni Rupa Murni, FIB UB di lokasi pameran Art on Postcar(t)d Exhibition di FIB UB, Selasa (10/9/2024). (Nedi Putra AW)

Lain lagi dengan Muhammad Majid. Mahasiswa angkatan 2023 ini menampilkan fotografi untuk diekspresikan ke dalam 10 kartu pos.

“Kebetulan saya senang menangkap momen, jadi saya yang hadirkan sini adalah daily activiy saya, mulai orang potong rambut hingga landscape di seputar Malang,” ujarnya.

Mahasiswa asal Jakarta ini juga mengaku senang menjadi bagian dalam pameran kali ini.

“Tentunya dapat pengalaman yang lebih jauh, serta sebagai ajang ekspresi diri mumpung medianya bebas,” ucapnya.

Diana dan Majid adalah dua dari 150 perupa yang menampilkan karya mereka dalam pameran yang digelar untuk pertama kalinya itu.

Pengunjung pameran disuguhi 1.000 kartu pos dengan beragam warna-warni visual yang seolah menjadi ekspresi pribadi masing-masing perupanya.

Ada yang lewat model manga, sketsa, fotografi hingga pop culture. Beberapa pengunjung juga menyempatkan memotret maupun berswafoto dengan latar belakang karya-karya yang dipamerkan.

“Sebenarnya pemeran ini berangkat dari ide yang berawal dari kegelisahan keseharian dengan pengalaman visual yang didominasi ukuran besar seperti baliho, banner, grafiti, mural, ataupun spanduk yang tidak terkonsep sehingga cenderung membosankan, bahkan menjadi polusi atau sampah visual,” ungkap ketua pelaksana pameran Romy Setiawan S.Pd., M.Sn.

Dikatakan Romy, pameran ini berupaya menepis anggapan bahwa sesuatu yang berukuran besar itu menjadi penting, di mana jika tidak besar maka tidak bisa dipamerkan.

Menurut dosen Prodi Seni Rupa Murni, FIB UB ini, banyak hal kecil yang justru layak untuk dipamerkan atau disajikan, entah itu karya visual ataupun obrolan-obrolan remeh-temeh di warung kopi, yang membuat orang menjadi melambatkan diri atau merenung.

“Alhasil dipilihlah kartu pos ini dengan pertimbangan meminjam ukuran atau formatnya yang kecil seperti ukuran gambar A5. Format ini muncul seperti diary atau buku harian yang kesannnya intim dan personal, sesuatu yang tak muncul jika ditampilkan dalam ukuran besar, istilahnya jadi semacam ruang privat atau ruang pribadi,” terang dosen yang telah menggelar sejumlah pameran lukisan tunggal ini.

Romy menilai, para perupa yang menampilkan karyanya pada media seukuran kartu pos ini bukan hanya potret sebagai gambaran wajah saja, tapi lebih kepada figur, ekspresi, kepribadian maupun pengalaman keseharian.

Romy juga menegaskan, bahwa pada akhirnya pameran ini juga tidak berusaha mengedepankan kartu pos sebagai wacana utamanya, akan tetapi sebagai informasi saja bahwa kartu pos adalah salah satu media komunikasi yang pernah popular pada masanya.

“Kartu pos diperkenalkan Emanuel Hermann seorang Austria pada 10 Oktober 1869, yang pada akhirnya kantor pos Austria kala itu menerbitkan “Correspondenz-Karte” yang pada nantinya di Indonesia dikenal hingga hari ini dengan istilah kartu korespondensi,” urai dia.

Misi dalam pameran perdana ini, imbuh Romy, adalah bagaimana menampilkan karya sebanyak mungkin.

“Target utama pada awalnya malah menghadirkan 2.000 karya,” tukas Romy yang juga menampilkan beberapa lukisannya yang telah dikonversikan ke format kartu pas dalam pameran ini.

Sebagai pelaksana pameran ia berharap pameran ini bisa kontinu untuk digelar secara reguler, misalnya selama 3 bulan sekali misalnya.

“Dari sisi prodi, mahasiswa dapat belajar manajemen seni, karena banyak peluang yang bisa diisi di mana tidak semua orang berkesenian harus menjadi perupanya. Ada yang namanya divisi ‘art handling’ yang menangani pengemasan karya hingga display sesuai standar. Ini peluangnya masih besar,” paparnya.

Sementara tujuan berikutnya yang diharapkan terjadi adalah kaderisasi dari setiap seksi kepanitiaan yang sangat penting untuk mengembangkan potensi masing-masing.

“Saya juga ingin ke depan nantinya pameran seperti ini dapat digelar di setiap fakultas di UB, sehingga tidak berkesan esklusif dan semakin mendekatkan seni ke publik,” pungkas dosen yang juga terlibat dalam Pameran Besar Seni Rupa tema Panji di kota Batu beberapa waktu lalu ini.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 278 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Penemuan Mayat Mr X Gegerkan Warga Perumahan Sumber Wuni Indah Lawang

29 Juni 2026 - 11:30 WIB

Gebyar Muharam IPNU-IPPNU Gondanglegi Kulon, Santuni Anak Yatim hingga Bermain Bersama di Sobbo Tirto

29 Juni 2026 - 05:54 WIB

Seminar Hidup Ginjal Muda: Akses Vaskular, Gizi, hingga Kisah Inspiratif Pasien Hemodialisis 24 Tahun

28 Juni 2026 - 22:04 WIB

Seminar Edukasi Komunitas Hidup Ginjal Muda: Tingkatkan Pengetahuan tentang AV-Shunt, Gizi, dan Manajemen Cairan bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

DPC PPP Kota Malang Gaspol Siap Jalankan Tugas Elektoral Usai Terima SK dari DPW Jatim

28 Juni 2026 - 11:14 WIB

Rem Mendadak di Lawang Berujung Tabrakan Beruntun, Empat Orang Dilarikan ke RSUD

28 Juni 2026 - 07:45 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !