BACAMALANG.COM – Kawasan Kayutangan Kota Malang menjadi lokasi ikon yang selalu ramai saat akhir pekan (weekend). Para pengunjung di lokasi ini dapat menikmati pemandangan kota yang bersejarah dan eksotik.
Ramainya masyarakat dan turis asing yang berkunjung, tak ayal membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner yang berada di lokasi legendaris Kota Malang ini.
“Alhamdulillah pengunjung di tempat kami ramai saat weekend. Karena memang area ini sangat ramai hari Sabtu-Minggu,” tegas Owner dan Pelaksana Operasional Kedai Kayoe Bakar, Ichbal kurniadi kepada BacaMalang.com, Jumat (15/3/2024).
Ia menceritakan usahanya baru buka tahun ini dan baru berjalan 2 bulan ini. Ichbal menjelaskan, memilih usaha kuliner karena kesepakatan bersama 2 rekan lainnya ingin membuka resto lagi kecil-kecilan setelah dulu sebelum pandemi sempat membuka resto seafood Waroenk Kenthir di Surabaya.
Dikatakannya, menu andalannya ada di Nasi Telur Kocok Kuah Laksa dan Butter Caramel serta Topping Ayam Bawang ala Kedai Kayoe Bakar yang digemari pengunjung.
Menu dibandrol harga di kisaran Rp 15 ribu-Rp 40 ribu. Selain menu makanan berat, juga ada bermacam snack yang juga jadi andalan.
“Untuk model konsep kedai yang unik ini, pertama buka ya disini, di area Kayu Tangan Heritage Malang,” paparnya.
Ia mengungkapkan, awalnya menggunakan modal sekitar Rp 60 juta. Kini usahanya mulai banyak dilirik oleh pengunjung, baik wisatawan asing atau wisatawan domestik.
“Kebetulan di area sini ada homestay dan banyak dihuni turis asing yang justru bolak-balik menjadi langganan di tempat kami dan tentu para pengunjung umum juga ada,” urainya.
Ia menuturkan, butuh waktu untuk lebih mengenalkan brand kepada masyarakat tentang keberadaan kedai dan agar menu-menunya bisa dicoba masyarakat luas.
“Harapan kami sebagai pemilik adalah makanan kami bisa menjadi kegemaran warga Malang dan kami target 1 tahun ini bisa membuka 3-4 cabang baru dan semoga kita bisa memfranchisekan produk kami,” imbuhnya mengakhiri.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































