Kesadaran Konservasi Nelayan Sendang Biru: Potensi Ekowisata Bahari yang Perlu Dikembangkan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 9 Jun 2025 07:45 WIB ·

Kesadaran Konservasi Nelayan Sendang Biru: Potensi Ekowisata Bahari yang Perlu Dikembangkan


 Nelayan melakukan penyelamatan Hiu Paus yang terjebak jaring nelayan di perairan Sendang Biru. (ist) Perbesar

Nelayan melakukan penyelamatan Hiu Paus yang terjebak jaring nelayan di perairan Sendang Biru. (ist)

BACAMALANG.COM – Aksi cepat nelayan di Sendang Biru, Kabupaten Malang, dalam menyelamatkan seekor hiu paus yang terjerat jaring menjadi sorotan positif dalam dunia konservasi laut. Kejadian ini tak hanya menunjukkan meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan nelayan, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekowisata bahari di kawasan selatan Jawa Timur.

Hiu paus tersebut terperangkap saat Moch Hadiyanto dan rekan-rekannya sedang menjaring ikan tongkol. Awalnya disangka hiu ganas karena siluet besar berwarna gelap, para nelayan akhirnya menyadari bahwa yang terjerat adalah satwa laut yang dilindungi. Dengan koordinasi antar dua perahu, hiu paus berhasil dilepaskan dalam waktu 30 menit.

“Kesadaran nelayan terhadap pelestarian ekosistem laut semakin meningkat, seiring edukasi yang dilakukan banyak pihak. Mereka kini sadar bahwa menjaga laut sama pentingnya dengan mencari ikan,” ujar Andik Syaifudin, pegiat konservasi sekaligus pendiri Sahabat Alam Indonesia (Salam).

Sendang Biru dikenal memiliki kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa—mulai dari paus sei, paus bungkuk, orca, hingga berbagai jenis penyu dan ikan langka seperti mola-mola. Potensi ini, menurut Andik, dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekowisata berbasis konservasi, seperti “Dolphin Trip” dan “Whale Trip”, yang mulai dirintis di kawasan Pantai Kondang Merak.

Selain memberi pemasukan alternatif bagi masyarakat pesisir, model wisata ini juga memperkuat peran nelayan sebagai penjaga ekosistem laut. “Nelayan kini tidak lagi hanya dilihat sebagai pengambil sumber daya, tetapi juga mitra dalam pelestarian,” tambah Andik.

Data dari Konservasi Indonesia mencatat, populasi hiu paus di Indonesia saat ini hanya sekitar 472 ekor, tersebar di beberapa wilayah seperti Teluk Cenderawasih dan Gorontalo. Jumlah ini menunjukkan penurunan drastis—sekitar 50 persen dalam 75 tahun terakhir.

Kejadian di Sendang Biru menjadi bukti bahwa kolaborasi antara edukasi, kearifan lokal, dan konservasi dapat menciptakan perubahan nyata. Lebih dari sekadar kisah penyelamatan, ini adalah momentum penting menuju pengembangan ekowisata bahari berkelanjutan yang menguntungkan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian laut.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !