BACAMALANG.COM – Nama Agung Priyo Lestari atau yang akrab dipanggil Agung Mendol mungkin tidak asing lagi di telinga para pewarta Malang Raya.
Agung Mendol merupakan salah satu wartawan senior di Malang Raya yang sepak terjangnya tak perlu diragukan lagi. Tercatat sejak tahun 2005 sampai sekarang, Agung Mendol masih aktif sebagai wartawan. Awal menjadi seorang jurnalis, Mendol ditempa di Malang Post, hingga saat ini berlabuh pada media online Nusadaily.com.
Semangat perubahan yang ingin diwujudkan bersama pemuda untuk membangun kampung, membuat Agung Mendol memberanikan diri terjun ke dunia politik. Agung Mendol kini tercatat sebagai seorang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Malang dari Partai Nasional Demokrat atau NasDem untuk Daerah Pilihan (Dapil) Kecamatan Sukun, nomor urut 9 (Sembilan).
Agung Mendol merupakan putra daerah asli, lahir, besar dan tinggal di Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. Agung Mendol adalah Anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Sabar Santoso dan (alm) Senok Mujiati.
Empat saudara kandung Agung Mendol kesemuanya perempuan. Pria religius itu memiliki tiga orang anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Istrinya, Yatik Cahyaningsih, juga asli Kecamatan Sukun, tepatnya di Kampung Sedudut, Kelurahan Mulyorejo.
Terjun ke dunia politik sebetulnya bukan pilihan utama Agung Mendol. Tetapi menurutnya, maju sebagai seorang Caleg merupakan panggilan dan kepercayaan yang diberikan oleh DPD Partai NasDem Kota Malang.
Ya, injury time jelang pendaftaran Caleg di KPU, Agung Mendol dihubungi salah satu orang kepercayaan Ketua DPD NasDem Kota Malang. Tepatnya akhir bulan April 2023.
“Ndol (Mendol, red) kirim foto KTP-mu. Awakmu harus maju (Caleg, red). Iki kesempatan. Awakmu punya kemampuan, yakin pasti amanah,” tutur Agung Mendol seperti pesan Ketua DPD Nasdem Kota Malang yang disampaikan saat itu.
Butuh waktu dua hari bagi Agung Mendol untuk bisa memberi jawaban, iya atau tidak. Harus ada restu orang tua, istri dan keluarga.
“Jujur, karena persiapan awal tidak ada alias nol. Sama sekali juga tidak pernah berpolitik. Apalagi modal untuk ‘perang’ pun tak ada. Sadar diri, karena biaya yang dibutuhkan seorang Caleg pasti tidak sedikit,” kata Agung Mendol.
“Tetapi atas restu, dukungan dan dorongan orang tua, keluarga serta teman-teman keputusan maju menjadi Caleg diambil. Bismillah, demi menjawab kepercayaan dan amanah ini harus dibuktikan,” tegasnya.
Itupun ada syarat dan pesan dari orang tua dan para sesepuh yang harus dilaksanakan. Ketika diberi kepercayaan masyarakat, harus benar-benar amanah. Tidak menjadikan jabatan untuk mengejar kekuasaan dan harta, tetapi berjuang untuk kesejahteraan masyarakat.
Karenanya sejak awal, Agung Mendol menegaskan untuk tidak ‘membeli jabatan’. Hanya modal kepercayaan, dukungan, dan komitmen bersama, khususnya para pemuda.
Bareng pemuda, berjuang membangun kampung lebih maju. Bareng pemuda, berjuang menata kampung lebih bagus. Kampung maju, masyarakat pasti akan sejahtera. Umumnya masyarakat Kecamatan Sukun.
Tidak hanya itu, bersama pemuda juga akan mengawal kebijakan serta program pembangunan dari pemerintah untuk daerah. Bagaimana harus dapat berkontribusi nyata dalam memberikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi oleh warga, akan menjadi tantangan Agung Mendol nanti.
Ayo berjuang bareng, bangun kampung bareng, berkontribusi nyata untuk kampung. WES WAYAH-e kawula muda yang berpikir untuk kemajuan daerah.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor/Publisher : Dhimas Fikri





















































