BACAMALANG.COM – Salah satu dinamika khas Kota Malang adalah denyut musiknya yang hidup. Semangat inilah yang diusung KopiHensem X Himalaya, sebuah kafe yang tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga menghadirkan panggung live music sebagai bagian dari pengalamannya.
Berlokasi di Jalan Raya Jetis No. 21, Sengkaling, Kecamatan Dau, KopiHensem X Himalaya menawarkan ambience berbeda dengan konsep warung kopi yang berpadu dengan ruang pertunjukan musik. Kafe ini merupakan kolaborasi dua alumni Universitas Muhammadiyah Malang, Bimasyac Sun Febio dan Indra Pramana, yang didukung penuh oleh Fathon, pemilik Himalaya Music Studio.
“Pada dasarnya ini adalah warung kopi, tempat nongkrong dan bersantai. Karena saya antusias di dunia musik dan aktif di komunitas, saya berpikir kenapa konsep live music tidak diterapkan di sini,” ujar Bimasyac, yang akrab disapa Bimo, akhir pekan lalu.
Bimo menggandeng Indra Pramana yang telah menjalankan brand KopiHensem secara online selama beberapa tahun. Kolaborasi kemudian diperkuat dengan Fathon, owner Himalaya Studio yang telah eksis sejak era 1990-an. Hasilnya, KopiHensem X Himalaya resmi dideklarasikan sebagai kafe baru dengan menggelar soft opening pada 14 Oktober 2025.
“Konsepnya industrial, dengan kafe yang dilengkapi stage musik dan sound system memadai, sementara KopiHensem menjadi minibarnya,” jelas Bimo.

Barista Indra Pramana (kiri) , dari KopiHensem X Himalaya saar meracik minuman. (Nedi Putra AW)
Kafe ini terdiri dari dua lantai dengan kapasitas sekitar 50 pengunjung. Menu yang ditawarkan antara lain Es Kopi Susu Gula Aren, Lemonade Coffee, hingga Kopi Manual Brew, dengan harga mulai Rp10 ribu. Untuk kudapan, tersedia Donat, Banana Bread, dan Brownies.
Bimo menegaskan, pihaknya menyediakan panggung terbuka bagi siapa saja yang ingin tampil bermusik. Pengunjung pun dapat menikmati live music tanpa dikenakan HTM, cukup dengan membeli produk KopiHensem.
Sejak soft opening, meski tidak digelar setiap hari, belasan grup musik telah tampil, di antaranya MJ Project, Sound Gadenz, Divo Band, Talijiwo Tribute to Iwan Fals, hingga Tony Aksa & Friends Tribute to Ari Lasso yang berlangsung pada pertengahan pekan lalu.
“Show Tony kemarin benar-benar ramai, saya perkirakan pengunjungnya mencapai sekitar 100 orang,” ungkapnya.
Menurut Bimo, mayoritas pengunjung berasal dari berbagai komunitas. Karena itu, strategi pemasaran, jadwal acara, hingga dokumentasi pasca-event gencar dibagikan melalui media sosial, khususnya Instagram dan Facebook.
Meski identik dengan live music, KopiHensem X Himalaya juga membuka ruang bagi kegiatan nonmusik, seperti lokakarya kurator fotografi dan aktivitas komunitas lainnya.
Kafe ini buka setiap Senin hingga Sabtu, pukul 10.00–22.00 WIB. Event live music maupun kegiatan lainnya tidak hanya digelar pada akhir pekan, tetapi juga terbuka untuk hari kerja.
“Harapan kami, KopiHensem X Himalaya bisa tetap ramai, baik saat ada event maupun tidak. Yang pasti, kami ingin memberi ruang bagi musisi lokal, mahasiswa, dan siapa pun yang ingin berkegiatan,” tandas Bimo.
Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































