Kunjungi Desa Wisata Pujon Kidul, Sandiaga Uno: Semoga Bisa Jadi Percontohan Desa di Indonesia - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 23 Mei 2021 17:29 WIB ·

Kunjungi Desa Wisata Pujon Kidul, Sandiaga Uno: Semoga Bisa Jadi Percontohan Desa di Indonesia


 Kunjungi Desa Wisata Pujon Kidul, Sandiaga Uno: Semoga Bisa Jadi Percontohan Desa di Indonesia Perbesar

BACAMALANG.COM – Menparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno, melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Pujon Kidul, pada Sabtu (22/5/2021) siang.

Kunjungan kerja itu dalam rangka meresmikan Tourist Information Center & Pamoedjan Oleh-Oleh yang berlokasi di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM  beserta pejabat OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Malang, menerima Kunjungan Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), yang akrab disapa Bang Sandi tersebut.

Selain itu, hadir diantaranya Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH., MH, Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, Ketua TPPKK Hj. Anis Zaidah, SE, Wakil Ketua TPPKK Hj. Hanik Dwi Martya, Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Dr. Made Arya Wedhantara, SH., MSi, Kepala Disperindag Kabupaten Malang Agung Purwanto.

Hadir pula Wali Kota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf. Yusub Dody Sandra.

Setibanya di lokasi, Sandiaga Uno melihat langsung peningkatan nilai jual kearifan lokal, melalui pendekatan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

“Agar perkembangan Desa Wisata bisa lebih luas dengan menggunakan metode digital. Kami Kemenparekraf siap memfasilitasi dengan memberikan program peningkatan keterampilan, serta kemampuan pengelolaan Desa Wisata agar menjadi desa percontohan di Indonesia,” kata Sandiaga Uno disela-sela kunjungannya.

Untuk beradaptasi dengan teknologi digital, menurutnya, potensi yang ada di masing-masing desa bisa dieksplore lebih jauh.

“Ya, Desa Wisata harus beradaptasi dengan digitalisasi, karena zamannya sekarang sudah era digital. Pada dasarnya kami di Kemenparekraf, ingin meningkatkan keterampilan pengelolaan desa agar bisa berdaptasi dengan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang Drs. H.M Sanusi, MM juga menargetkan pertumbuhan ekonomi di setiap kawasan pengembangan, di antaranya area persawahan yang disulap menjadi destinasi wisata.

“Sehingga bisa dapat melipat gandakan perekonomian warga setempat. Kami gerakkan ekonomi kreatif dengan meningkatkan potensi dari padi yang delapan ton, sekarang sudah bisa 15 ton, dari sawah yang jumlahnya Rp 10 juta per tahun, kami upayakan minimal Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar per tahun,” kata Abah Sanusi sapaan akrabnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM juga memperkenalkan potensi yang dimiliki Desa Wisata Pujon Kidul.

Menurut Sanusi, Cafe Sawah yang berada di Desa Pujon Kidul menjadi desa percontohan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada saat ini.

“Cafe Sawah ini dulu memang sawah murni lalu dibuat cafe di tengah-tengah sawah. Kalau kata orang Jawa, Pak Kades Pujon Kidul ini ‘kumat gendengnya’ (kumat gilanya), dan mudah-mudahan dengan adanya Cafe Sawah ini, muncul ide bagi Desa Wisata yang lainnya,” tukas dia.

Ditambahkan Sanusi, Cafe Sawah yang semula hanya menghasilkan sekitar Rp 20 juta per tahun, namun setelah berkembang menjadi Desa Wisata, cafe tersebut mendapatkan pemasukan hingga milliaran.

“Kalau dulu hanya puluhan juta saja dari pendapatannya, namun sekarang Cafe Sawah kini memiliki omset hingga Rp 1,2 Miliar per tahunnya,” ungkap dia.

Sanusi juga memperkenalkan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dihadapan Sandiaga Uno, dengan harapan bisa ditetapkan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Malang.

“Hal itu agar Malang bisa lebih mengembangkan potensi wisatanya. Oleh karena itu, mumpung ada Pak Menteri, kami harap TNBTS agar segera ditetapkan menjadi destinasi wisata di Kabupaten Malang,” tandasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan kunjungan kerja Menparekraf itu diawali dengan mengunjungi Kampung Budaya yang berada tak jauh dari lokasi kedua, yakni Desa Wisata Cafe Sawah.

Selanjutnya, rombongan Menteri dan Bupati diarahkan untuk meninjau Rumah Pawon, yaitu sebuah rumah makan yang masih khas dengan suasana alam pedesaan. Titik akhir yang dikunjungi di lokasi pertama, yakni Omah Batik.

Di lokasi tersebut, Menparekraf juga turun tangan mencoba ikut mencanting batik. Diakhir kegiatan, kemudian Ketua TPPKK Hj. Anis Zaidah, SE memberikan cendera mata kepada Menparekraf Sandiaga Uno. (Eko)

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !