BACAMALANG.COM – Penyandang disabilitas terus menunjukkan peran strategis dalam berbagai bidang, termasuk mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan. Semangat tersebut tampak dalam Aksi Kolaborasi Inklusif Bakti Alam yang digelar di kawasan Gunung Wedon, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) Kabupaten Malang ini menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Dukungan penuh diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Menindaklanjuti undangan dari panitia, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., menerjunkan personel untuk berpartisipasi dan berkolaborasi dalam berbagai aksi lapangan.
Kehadiran BPBD menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya penanggulangan bencana yang inklusif. Penyandang disabilitas tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok rentan atau korban, melainkan sebagai bagian penting yang mampu berkontribusi aktif dalam pengurangan risiko bencana.
Koordinator ULD PB Kabupaten Malang, Kertaning Tyas, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk menunjukkan kapasitas dan peran difabel di tengah masyarakat.
“Difabel tidak lagi dipandang hanya sebagai objek atau korban saat bencana, melainkan sebagai subjek yang mampu berkontribusi langsung dalam upaya mitigasi dan pelestarian alam,” ujarnya.
Aksi bakti alam dipusatkan di area parkir Gunung Wedon dan menyasar sejumlah titik strategis. Kegiatan meliputi pemasangan plang edukasi konservasi hutan serta pemasangan rambu-rambu peringatan di kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran hutan.
Kegiatan ini terlaksana melalui sinergi berbagai pihak, di antaranya Yayasan Lingkar Sosial Indonesia, Perhutani KPH Pasuruan, Difabel Pecinta Alam, Komisi Nasional Disabilitas RI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Pemerintah Desa Turirejo, Kwarran Lawang, PPBI, GEOPIX, serta Gugusdepan Inklusif Lingkar Sosial Indonesia.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Malang yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































