Longsor Menerjang Desa Sukodono Dampit, 15 Rumah Rusak - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 18 Okt 2022 17:42 WIB ·

Longsor Menerjang Desa Sukodono Dampit, 15 Rumah Rusak


 Longsor Menerjang Desa Sukodono Dampit, 15 Rumah Rusak Perbesar

BACAMALANG.COM – Curah hujan yang tinggi selama 2 hari menerpa sejumlah desa di Malang Selatan, termasuk Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, menimbulkan tanah longsor mengakibatkan 15 rumah dan sejumlah fasilitas umum rusak.

“Kronologisnya curah hujan selama 2 hari 2 malam hujannya deras. Terang sebentar, deras lagi sehingga menyebabkan tanah itu sangat lembab sekali dan becek. Sehingga dimungkinkan tanah pegunungan terjadi longsor. Longsor terjadi di berbagai titik di desa Sukodono,” terang BPD Desa Sukodono Tamin, Senin (18/10/2022) kepada bacamalang.com.

Dikatakannya dampak yang terparah adalah menimpa rumah warga Desa Sukodono Dusun Kampung RT 21, Atim (Bu Sutiani), yang mana rumah bagian depan tertimpa longsoran seluas sekitar 50 meter.

Longsoran tersebut juga menimpa jalan raya yakni jalan penghubung antar kampung dimana di sebelahnya itu akses untuk masuk menjadi tertutup.

“Ada 15 rumah terisolir. Dan yang terparah disitu juga ada orang lagi melaksanakan hajatan atau pernikahan. Sehingga disitu ada terjebak 2 mobil. Karena volume longsor yang terlalu tinggi, tidak dimungkinkan untuk dilakukan kerja bakti menggunakan manual tangan, sehingga diperlukan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup itu,” jelasnya.

Juga terjadi longsor di berbagai titik di Desa Sukodono termasuk di Dusun Wonorejo, Dusun Wonosari, dan Dusun Petung Sigar.

Dipaparkannya selanjutnya organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat berinisiatif mendirikan posko bantuan (bantuan relawan) untuk bantuan akomodasi meringankan beban mereka yang tertimpa musibah.

Ia menyebutkan, Desa Sukodono di Kecamatan Dampit menjadi salah satu penyumbang banjir untuk sungai yang mengaliri Desa Sitiarjo dan Desa Rowoteratai.

“Sehingga ketika curah hujan tinggi maka 2 desa di bawah tenggelam itu akibat dari kontur tanah wilayah Sukodono di atas Desa Sitiarjo,” tukasnya.

Dijelaskannya Desa Sukodono yang mana dulu ketika pihaknya mendapat pelatihan dari BMKG dan BNPB dinyatakan Desa Sukodono adalah penyangga desa yang ada di bawah.

Dan hari ini karena kondisi tanah itu sudah diganti komoditas yang dulu Tanaman Kopi, kini banyak yang dirubah menjadi Tebu atau tanaman lain. Sehingga dimungkinkan ketika terjadi curah hujan yang tinggi, maka yang pertama adalah terjadi longsor. Yang kedua adalah menjadi penyumbang terbesar banjir di wilayah Sitiarjo dan Rowoteratai.

Diungkapkannya kalau terjadi curah hujan tinggi untuk wilayah Dusun Sawur, Dusun Kampung Teh, Dusun Petung Sigar itu adalah penyumbang terbesar banjir wilayah Sitiarjo dan Rowoteratai Sumbermanjing Wetan, tetapi Dusun Wonosari dan Dusun Wonorejo Desa Sukodono jika terjadi curah hujan besar, maka yang ikut terdampak banjir adalah Desa Sidoasri di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. “Sehingga hari ini 2 desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan yakni Desa Sitiarjo dan Desa Sidoasri menjadi terimbas kena banjir,” pungkasnya.

Sementara itu, tim Desa Sukodono yang terdiri dari Rusdiono (Sekretaris Desa), Sutarji (Kasun Kampungteh), Nasuri (Kasun Wonorejo), Eko Kholik P (Relawan Ranting Ansor), dan Herianto (Relawan Ranting NU) sudah menjalankan asesmen.

Adapun asesmen dilakukan di RT 15 RW 02 Dusun Kampungteh Desa Sukodono, RT 21 RW 02 Dusun Kampungteh Desa Sukodono, RT 12 RW 02 Dusun Kampungteh Desa Sukodono, RT 31 RW 02 Dusun Wonorejo Desa Sukodono, RT 08 RW 01 Dusun Sawur Desa Sukodono, dan RT 35 RW 01 Dusun Petungsigar Desa Sukodono.

Sementara laporan tertulis asesmen terkait kronologi disebutkan jika hujan deras mengguyur wilayah Desa Sukodono mulai hari Minggu tanggal 16 Oktober 2022 pada jam 21.00 WIB sampai dengan hari Senin tanggal 17 Oktober 2022 pukul 14.30 WIB yang menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di sebagian wilayah Desa Sukodono. Sedangkan untuk data korban tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi Sembako, Terpal, Alat Bersih-bersih bangunan (Cangkul, sekrop dan lain-lain), Selimut dan alas tidur, Tandon air bersih, Peralatan mandi dan Sholat.

Bagi yang ingin memberikan bantuan terkait, bisa menghubungi posko instansi yang sudah ada/ Nomor telepon: Posko Siaga Bencana Desa Sukodono, (081382207021 Rusdiono, 083834059353 Mashuri) dan (0859195384013 Riqi). (had)

Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Petani Kabupaten Malang Dibekali Strategi Hadapi Perubahan Iklim dan Ancaman El Nino

9 Mei 2026 - 21:41 WIB

Lomba PKS Jadi Ajang Pembentukan Karakter dan Disiplin Siswa SMP di Kabupaten Malang

9 Mei 2026 - 18:24 WIB

Lapas Malang Tegaskan Komitmen Zero HALINAR, Libatkan TNI-Polri dan BNNK

9 Mei 2026 - 14:23 WIB

Motor Mahasiswi Magang RRI Malang Raib di Lowokwaru, Aksi Pelaku Terekam CCTV

9 Mei 2026 - 13:33 WIB

Semakin Mudah Liburan ke Batu, Jatim Park x Muklay Hadir di Trans Jatim

9 Mei 2026 - 09:49 WIB

Aksi Maling Gasak Tas Warga di Candi Panggung Terekam CCTV, Diduga Pelaku Sama dengan Kasus Curanmor Sebelumnya

9 Mei 2026 - 08:50 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !