BACAMALANG.COM – Sepeda motor Honda Beat Street tahun 2018 milik mahasiswi magang hilang dicuri di halaman Apotek M-24, Jalan Candi Panggung, Lowokwaru, Kota Malang. Korban bernama Annisa, mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Jombang, melaporkan kejadian itu ke Polsek Lowokwaru.
Annisa tengah menjalani magang selama 4 bulan di divisi pemberitaan RRI Malang. Ia biasa membuat berita dan liputan. Magangnya dijadwalkan selesai bulan Mei 2026 ini.
Peristiwa terjadi pada Kamis (7/5/2026) dini hari. Motor bernopol S-5922-NBS berwarna hitam itu terakhir dipakai Annisa pada Rabu (6/5/2026) pukul 16.00 WIB sepulang magang. Motor lalu diparkir di halaman apotek dan dikunci setang.
“Biasanya pada malam hari saya turun ke halaman apotek tempat parkir motor saya untuk kunci cakram karena kebetulan kost saya berada di lantai 2 dan lantai 1 apotek. Tapi pada malam hari saya ketiduran hingga lupa untuk kunci cakram,” ujar Annisa, kepada bacamalang.com, Jumat (8/5/2026).
Annisa baru mengetahui motornya hilang pada Kamis pagi pukul 08.40 WIB saat hendak berangkat liputan magang. Setelah mengecek CCTV apotek, terlihat motornya dicuri pukul 02.48 WIB oleh pria memakai hoodie hitam, topi kuning, dan masker hitam.
Dari rekaman, pelaku berjumlah dua orang berboncengan sepeda motor. Satu pelaku berhenti di depan apotek untuk mengawasi, sementara satu pelaku lain berjalan mengendap-endap mendekati motor. Pelaku berhasil membuka kunci setang dan membawa kabur motor.
“Kebetulan bulan Maret kemarin terjadi pencurian tas juga di daerah Jalan Candi Panggung dekat dengan lokasi pencurian motor saya, pukul 18.31. Diduga pelakunya sama karena memakai hoodie hitam dan topi kuning, perawakannya juga sama tinggi kurus tertangkap kamera CCTV,” kata Annisa.
Annisa sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Lowokwaru. Ia juga menyebar informasi kehilangan lewat media sosial dan siaran radio. Motor tersebut ditaksir senilai Rp17 juta. Untuk sementara, Annisa berjalan kaki ke lokasi magang karena kos dan tempat magang berdekatan.
“Semoga cepat ketemu motornya dalam keadaan lengkap, dan pelaku dapat balasan hukuman yang setimpal,” harapnya.
Unggahan kasus ini memicu respons warganet yang mengaku pernah mengalami hal serupa di wilayah Lowokwaru dan sekitar kampus. Akun Mardha Husnie menulis, motornya hilang di kos Jalan Terusan Sigura-gura tahun 2001 dan sampai sekarang tidak ada kabar. Akun Fahritox juga mengaku kehilangan CB150R di Tirto tahun 2018 tanpa ada info. “Betul sam, dulu kehilangan Vario di Ikan Piranha udah laporan. Sampai sekarang nggak ada kabarnya,” tulis Bytenuesa. Akun Darmawan mengaku kehilangan motor di Lowokwaru tahun 2023 usai pulang dari kafe, lapor polisi tapi percuma.
Akun Laurensia menilai pencurian banyak terjadi di daerah kampus seperti Lowokwaru, Dinoyo, dan Suhat. “Kayaknya banyak ya maling di daerah kampus. Daerah Lowokwaru Dinoyo Suhat,” tulisnya.
Menanggapi maraknya kasus, akun 87inox menyarankan pemilik motor menambah pengamanan. “Cobak gerakno atimu lek kon sayang mbek motor kesayanganmu, cobak tambahono motormu iku kunci ganda tambahan seng tersembunyi, luweh aman maneh tambahono gembok model alarm, lek pengin luweh aman maneh pasangono GPS lacak nang motormu. Lek saumpomo kon minim duit, tuko kabel sak meter mbek saklar on/off paling gak sampek 10rb, trus pasango medot kabel kontak trus saklare singitno. Timbang motormu ilang rugi puluhan juta digondol maling,” tulisnya.
Polisi masih menyelidiki kasus ini. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, menggunakan kunci ganda, dan memarkir kendaraan di tempat aman serta terpantau CCTV.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































