Pancake Durian Jadi Primadona Baru, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pendapatan Keluarga di Kepanjen - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Jul 2025 14:09 WIB ·

Pancake Durian Jadi Primadona Baru, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pendapatan Keluarga di Kepanjen


 Febri Antika Sari, pelaku usaha kuliner Pancake Durian memperlihatkan produknya. (Febri for Baca Malang) Perbesar

Febri Antika Sari, pelaku usaha kuliner Pancake Durian memperlihatkan produknya. (Febri for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Pancake Durian kian bersinar sebagai kuliner lokal yang tak hanya menggoda selera, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Timur. Di Malang Raya, gerai seperti Happy Durian, Warung Pink, dan Dapur Enhade memikat pelanggan lewat varian rasa yang unik, harga terjangkau, dan bahan Durian segar.

Popularitasnya kini merambah hingga Kediri, Mojokerto, dan Blitar. Gerai Nyonyo Duren, Durian Mojokerto, dan Puri Pancake Durian mencatat rating tinggi serta loyalitas konsumen yang kuat. Produk ditawarkan mulai Rp 10.000 hingga Rp 37.000, menjangkau semua lapisan masyarakat.

Di Kepanjen, tren ini memberi angin segar bagi pelaku UMKM. Pancake Durian hadir sebagai peluang usaha baru yang meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Dengan balutan warna-warni dan kemasan modern, produk ini menyasar konsumen lintas usia.

Salah satu contoh sukses datang dari Febri Antika Sari, warga Kepanjen, yang memulai usaha pancake Durian dari dapur rumah. “Banyak yang suka karena teksturnya lumer, manisnya pas, dan aroma duriannya kuat. Warna kulit pancake sengaja dibuat cerah agar menarik, khususnya bagi anak-anak,” ujarnya.

Febri menawarkan dua ukuran, yakni kecil seharga Rp 10.000 dan besar Rp 15.000. Dengan layanan pemesanan online dan sistem COD (Cash on Delivery), jangkauan pemasarannya kini semakin luas.

“Usaha ini sangat membantu memenuhi kebutuhan tiga anak saya yang masih sekolah,” ungkapnya. Meski mengantar pesanan sendiri, Febri merasa bangga menjalani usaha mandiri yang halal. Ia berharap mendapat dukungan berupa pelatihan bisnis dan akses modal lunak agar usahanya bisa berkembang.

Fenomena pancake Durian membuktikan bahwa sektor kuliner tidak hanya menghadirkan cita rasa, tapi juga berkontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Kreativitas warga Kepanjen menempatkan produk rumahan ke level profesional dan layak bersaing.

Dengan dukungan pemerintah maupun sektor swasta, Kepanjen punya peluang besar menjadi pusat kuliner kreatif di Jawa Timur—memadukan rasa, budaya, dan semangat kewirausahaan untuk memperkuat ekonomi lokal.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Cegah Cacat Prosedur, Polres Malang Gelar Rakor Bersama PPNS dan Aparat Penegak Hukum

31 Mei 2026 - 18:52 WIB

Diduga Kurang Hati-hati, Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Lawang

31 Mei 2026 - 16:06 WIB

PKS Kota Malang Salurkan 7.124 Paket Daging Kurban, Sembelih 17 Sapi dan 111 Kambing

31 Mei 2026 - 14:39 WIB

Karyawan JNT Cargo Laporkan Temannya ke Polisi Bawa Kabur Motornya, Korban Perluas Pencarian Postingan di Medsos hingga Malang Raya

31 Mei 2026 - 08:13 WIB

AKP Totok Haryanto Salurkan Hewan Kurban untuk Wartawan, Perkuat Sinergi Polri dan Media

30 Mei 2026 - 19:35 WIB

Pemkot Batu Serahkan Penanganan Dugaan Korupsi Pasar Among Tani ke Kejari, Sebut Jadi Momentum Evaluasi Besar

30 Mei 2026 - 15:20 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !