Pandemi Menjangkit, Ini Dua Catatan Akademisi UB untuk Pemerintah - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

Uncategorized · 14 Jun 2020 22:14 WIB ·

Pandemi Menjangkit, Ini Dua Catatan Akademisi UB untuk Pemerintah


 Pandemi Menjangkit, Ini Dua Catatan Akademisi UB untuk Pemerintah Perbesar

BACAMALANG.COM – Ketua Program Studi Magister Komunikasi UB, Rachmat Kriyantono, S.Sos., M.Si., Ph.D mengatakan setidaknya ada dua catatatn penting yang perlu dijalankan pemerintah pusat dan daerah selama pandemi Covid–19.

“Ada dua catatan penting untuk pemerintahan pusat dan pemda selama pandemi Covid-19 ini. Yaitu selayaknya mempraktekkan quick respon dan komunikasi dialogis,” tandas Rachmat Kriyantono merangkum Webinar bertema Peran Ilmu Komunikasi Dalam Praktik Komunikasi di Era Covid-19 digelar Prodi Magister Ikom FISIP UB baru-baru ini.

Seperti diketahui, era pandemi Covid-19 memunculkan tantangan bagi praktisi dan akademisi ilmu komunikasi untuk lebih berperan mengatasi berbagai dampak wabah.

Rachmat Kriyantono, berpendapat bahwa pemerintah harus lebih responsif dengan memperkuat koordinasi melalui komunikasi dialogis.

“Jangan muncul polemik antar pejabat yang ramai di media massa. Jika ada masalah harus diatasi dengan komunikasi dialogis,“ kata Rachmat.

Praktisi kehumasan pemerintah, kata Rachmat, harus mampu mencegah krisis komunikasi, yakni jangan sampai muncul kekurangan dan kelebihan informasi.

Pemerintah harus memenangkan pertarungan wacana agar masyarakat tidak menggantungkan pada informasi di media sosial yang belum terjamin kebenarannya.

Praktisi media massa dituntut berperan dengan mempraktikkan teori objektivitas berita agar menghasilkan berita yang tidak berdampak negatif bagi masyarakat.

“Boleh-boleh saja framing berita, tetapi, tetap harus benar faktanya, tidak bohong, dan tidak mengadu domba,” kata Rachmat.

Webinar juga menampilkan alumni dan mahasiswa magister Komunikasi UB yang juga praktisi media massa dan kehumasan.

Dalam bidang kehumasan, Zaza Azizah, Humas RS UB, menekankan bahwa komunikasi itu berfungsi mengurangi entropi agar muncul pemahaman bersama.

Foto: Wakil Rektor III dan Plt Dekan FISIP UB Prof Abdul Hakim. (ist)

Minimalisir Entropi

“Mengitip isi buku Bapak Rachmat Kriyantono bahwa proses komunikasi mesti diarahkan pada tiga aspek, yakni edukasi, enlighten, dan empowerment sehingga pesan-pesan komunikasi bisa membantu masyarakat terhindar dari entropi atau situasi yang tidak jelas,” kata Zaza.

“Entropi itu adalah situasi penuh ketidakpastian karena nggak ada kejelasan informasi,” tutur Zaza.

Jurnalis Harian Surya, Beni Indo, mengatakan bahwa jurnalis bekerja harus berdasarkan kode etiknya agar informasi yang akurat bisa disampaikan ke masyarakat.

“Informasi ini bermanfaat mengedukasi masyarakat sehingga tidak memunculkan konflik sosial,” terang Beni.

Benny Augusto, dari Komunitas Simpang Sembilan, mengatakan bahwa Covid-19 telah mendorong lahirnya inovasi-inovasi bagi anak muda, tetapi, juga memunculkan persoalan komunikasi budaya yang berpengaruh pada kesuksesan implementasi kebijakan mengatasi Covid–19.

“Kebijakan tidak sinkron antara pusat dan daerah. Cara komunikasi belum sesuai dengan karakter orang Indonesia timur,” kata Benny yang berasal dari NTT dan berstatus mahasiswa angkatan 2017.

Praktisi dari Dinas Kominfo, Arman Lamadau, menggarisbawahi pentingnya komunikasi publik yang menghindari ketersinggungan budaya sehingga tidak memunculkan konflik.

Dalam acara ini, ada empat judul buku karya Rachmat Kriyantono, yang diterbitkan Prenada Media, yang dibagikan sebagai doorprize untuk peserta, yakni Teknik Praktis Riset Komunikasi, Pengantar Lengkap Ilmu Komunikasi, Public Relations & Crisis Management, dan Teori Public Relations. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III dan Plt Dekan FISIP UB Prof Abdul Hakim menyebutkan bahwa masih banyak masalah komunikasi publik yang muncul sehingga pesan-pesan terkait pandemi tidak bisa terkomunikasikan dengan baik, seperti pengambilan paksa jenazah. Saatnya para akademisi komunikasi bisa memberikan kontribusi positif. 

“Praktisi komunikasi dituntut menerapkan teori-teori komunikasi agar praktik komunikasi bisa berjalan efektif,” jelas Abdul Hakim. (Hum/Had)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dekatkan Polisi dengan Warga, Polres Batu Gelar Pangan Murah Berbalut Semangat Merah Putih

12 Agustus 2025 - 06:03 WIB

Sekalipun Kantongi 4 Rekom, Abah Gun Tak Akan Berprinsip Kacang Lupa Kulit

26 Agustus 2024 - 22:14 WIB

Kegiatan Bazar Dalam Memperingati Hari Pahlawan dan Sebagai Media Promosi UMKM di Kelurahan Rungkut Kidul

18 Desember 2023 - 21:49 WIB

Mahasiswa Bina Desa Prodi Manajemen Upn Veteran Mengadakan Kegiatan Pelatihan Usaha Minuman Kekinian

18 Desember 2023 - 21:43 WIB

Mahasiswa Bina Desa Prodi Manajemen UPN ‘Veteran’ Jawa Timur melakukan Sosialisasi penggunaan Aplikasi Kasir Pintar

18 Desember 2023 - 21:16 WIB

Ramadhan Bulan Tarbiyah

1 April 2023 - 10:19 WIB

Trending di Uncategorized

©Hak Cipta Dilindungi !