BACAMALANG.COM – Saat ini, olahraga bela diri semakin diminati kaum hawa, bahkan dari kalangan generasi Z. Salah satunya adalah Wyona Anyaci Yefriadi. Di usia yang baru menginjak 16 tahun, atlet Muay Thai asal Kota Malang telah memiliki perjalanan panjang di dunia olahraga bela diri. Wyona bersiap kembali merasakan atmosfer pertarungan dalam ajang Malang Super Fight (MSF) ke-27 pada November 2026 mendatang.
Menariknya, perjalanan Wyona di atas ring justru bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Sebelum mengenal dunia Muay Thai, siswi kelas 2 SMA Katolik Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang itu lebih dulu menekuni seni tari balet.
Di tengah padatnya aktivitas akademis dan organisasi sekolah, ia berusaha, membuktikan komitmennya sebagai atlet bela diri Muay Thai yang berprestasi.
Ketertarikannya terhadap olahraga bela diri muncul ketika pandemi Covid-19. Saat itu, ia mencari kesibukan melalui olahraga setelah keluarganya kehilangan sang ayah.
“Jujur awalnya saya sama sekali tidak ada ketertarikan untuk Muay Thai maupun boxing, bahkan tidak tahu bedanya. Awalnya saya balet,” papar anya, sapaan akrab Wyona.
Ia kemudian mulai mengenal Muaythai dan berlatih di sanggar Nak Muay, milik sang paman yang berkolaborasi dengan ibunya.
“Tapi karena saat Covid keluarga berduka setelah bapak tidak ada, saya mencari kesibukan lewat olahraga,” ungkapnya.
Dari awalnya sekadar mencari aktivitas untuk menjaga kebugaran itulah, Wyona justru menemukan passion baru. Dunia olahraga bela diri perlahan membawanya serius menekuni Muaythai.
Anya mengawali kecintaannya pada Muay Thai sejak duduk di kelas 5 SD.. Berawal dari keinginan mencari kegiatan fisik di luar jam sekolah, ia mulai berlatih di kamp Nak Muay yang dikelola oleh sang paman, Rudi Kurniawan
Meski harus membagi waktu antara jadwal belajar yang ketat di sekolah dan sesi latihan harian yang padat, Anya terus menunjukkan dedikasinya. Keterlibatannya dalam ajang kejuaraan seperti Fight for Glory hingga berbagai kompetisi daerah menjadi bukti konsistensi serta ketangguhan mentalnya di atas ring.
Sejak saat itu, perjalanan prestasinya terus berkembang. Wyona kemudian dipercaya memperkuat Kota Malang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Wyona Anyaci Yefriadi, atlet Muaythai asal Kota Malang bersama ibunda, Minggu (27/9/2026). (Nedi Putra AW)
“Waktu SMP jujur sangat struggle. Latihan hampir setiap hari untuk Porprov. Harus belajar sampai larut malam untuk ulangan dan menahan badan sakit-sakit, itu konsekuensi yang harus saya terima,” jelas Anya.
Namun alumni SD Taman Harapan dan SMPK Kosayu tersebut mengaku bahwa pengalaman itu membentuk kedisiplinan sekaligus mentalnya sebagai atlet muda. Ia juga merasa antusias kembali turun di nomor pertarungan pada Malang Super Fight ke-27 mendatang.
“Saya kangen ada di ring pertarungan langsung, karena sebelumnya lebih banyak di nomor seni, jadi sudah lumayan lama tidak fight,” tuturnya.
Pada MSF #27, Anya dijadwalkan menghadapi petarung sesama Malang. Meski demikian, ia tetap mempersiapkan mental dan fisiknya secara optimal menghadapi pertandingan. Ajang tinju legendaris Malang Super Fight (MSF) kembali naik ring pada November 2026, yang hadir melalui kolaborasi Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya dan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang.
Pengalaman pahit seperti cedera fisik maupun kegagalan di masa lalu tidak membuat Anya patah semangat. Dengan dukungan penuh dari sang ibu dan keluarga, Anya terus melangkah maju dengan prinsip pantang menyerah. Ia memandang Muay Thai sebagai fondasi pembentukan karakter dan pendamping positif bagi cita-cita utamanya di masa depan.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































