BACAMALANG.COM – Para kader akar rumput DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tidak terpengaruh dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia Capres-Cawapres tetap 40 tahun kecuali telah berpengalaman sebagai atau sedang menjabat kepala daerah.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Abdul Qodir menyampaikan bahwa para kader partai berlambang banteng moncong putih di Kabupaten Malang tetap santai menyikapi putusan MK tersebut. Pria yang akrab disapa Cak Adeng ini menekankan bahwa kader akar rumput di Kabupaten Malang tetap solid.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kader PDI Perjuangan khususnya akar rumput sudah terdidik untuk tegak lurus dalam satu komando Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Kami pastikan tidak akan terpancing dengan gerakan lawan politik terkait isu yang dikembangkan selama ini,” kata Abdul Qodir, Selasa (17/10/2023).
Ditegaskan Abdul Qodir, kader PDI Perjuangan akar rumput di Kabupaten Malang tidak akan mudah terpengaruh dengan manuver-manuver politik yang tercipta di tingkat nasional.
“Kader PDI Perjuangan di akar rumput sudah dapat dipastikan menjiwai kesabaran revolusioner sebagaimana yang diajarkan Ibu Megawati, menghadapi hantaman, adu domba yang tujuannya untuk mengecilkan PDI Perjuangan. Terlebih dalam menyikapi manuver-manuver yang dilakukan lawan politik, buat kami manuver itu terlalu kecil untuk disikapi secara berlebihan, karena kami dapat membaca bahwa manuver itu hanyalah upaya adu domba yang bertujuan merusak suasana kebatinan antara PDI Perjuangan dengan keluarga Jokowi, baik Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan maupun Presiden,” ungkapnya.
Lebih jauh, Abdul Qodir menambahkan, putusan MK memang menuai pro dan kontra di masyarakat, tetapi khusus kader PDI Perjuangan di Kabupaten Malang memilih menyikapi hal tersebut secara bijaksana.
“Walau jujur, tidak menutup kemungkinan ada dan cukup banyak kader yang sakit hati dengan akrobat politik yang dimainkan, tapi sakit hati itu masih dapat terkontrol karena besarnya kesetiaan kami terhadap Ibu Ketum Megawati, selama Ibu Ketum perintahnya tetap jaga Jokowi dan keluarga,” tuturnya.
Terakhir, Abdul Qodir mengungkapkan, para kader PDI Perjuangan di akar rumput telah dirancang menjadi prajurit tangguh yang memiliki jiwa ksatria. “Prinsipnya, kami kader yang dibawah ini dirancang menjadi prajurit PDI Perjuangan yang ksatria, terus melakukan pendidikan politik, berpegang teguh pada etika dengan menjalankan kerja-kerja politik berbasis kerakyatan dan tegak lurus pada perintah panglima Ibu Ketum,” tukasnya.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































