BACAMALANG.COM – Legalitas perizinan produk industri dapat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun dalam praktiknya, masyarakat belum memahami konsep dan pentingnya legalitas perizinan untuk produk yang dihasilkan.
Hal tersebut kemudian menjadi perhatian bagi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) untuk bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Pamotan terkait legalitas perizinan industri bagi kelompok tani (Poktan) kopi setempat.
Bentuk pelaksanaan kerjasama tersebut adalah Unikama mengirim beberapa mahasiswanya dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang.
Program kerjasama antara pemerintah desa Pamotan dengan Unikama ini mampu membantu memfasilitasi masyarakat untuk memperkuat jaringan pemasarannya.
“Penduduk kami ini mayoritas bekerja sebagai petani kopi dengan varietas unggul dan dengan adanya mahasiswa KKN dari Universitas PGRI Unikama kami terbantu untuk memperkuat legalitas produk agar dapat dipasarkan secara luas,” tegas Ketua Kelompok Tani Kopi Desa Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang, Hariyono.
Legalitas produk menjadi hal yang penting bagi komoditas produk kelompok tani agar dapat memiliki daya saing.

“Kami membantu mensosialisasikan pentingnya legalitas produk seperti P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang dibutuhkan agar dipasarkan ke mini market dan pusat oleh-oleh, karena selama ini produk petani hanya dijual terbatas di kalangan warga saja,” tambah Mahasiswa Unikama dan Ketua Kelompok KKN Sulistio.
Disamping itu, legalitas produk kelompok tani juga sejalan dengan peraturan pemerintah terkait perlindungan konsumen.
“Kita mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, tahun 2009 Nomor HK.00.05.1.23.3516 tentang Izin Edar produk obat, obat tradisional, kosmetik, Suplemen Makanan dan Makanan yang Bersumber mengandung dari bahan tertentu dan atau mengandung alkohol, pada pasal 6 setiap mengedarkan produk makanan dan minuman (pangan olahan) termasuk produk industri rumah tangga untuk kepentingan dijual dikonsumsi masyarakat luas, maka atas dasar kepentingan keamanan pangan dan perlindungan konsumen, harus memiliki surat ijin edar produk makanan dan minuman tersebut,” tambah Sulistio.
Tercatat selama menjalankan KKN di desa Pamotan, mahasiswa Unikama yang terdiri dari Sulistio, Syailin, Gelaind Dirgantara Putra, Agnes Leonita Eka Christinawati, Maulia Primayasa, Kukuh Hendra Gunawan, Yunita Eva Fibrianti, Dewi Agusmawati, Sutomo Antoni, Eka Extitah Rahmah, Mochamad Yusuf dan Aji Tri Utomo dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Darajatun Indra Kusuma Wijaya, S.H., M.H mampu memproses legalitas produk kelompok tani.
“Kita bersyukur dengan adanya program kerjasama dengan Unikama ini, salah satu produk unggulan yaitu kopi bubuk Panorama memiliki P-IRT dan banyak warga kita menjadi paham pentingnya pengelolaan produk agar memiliki daya saing dan memperluas jaringan pemasaran,” tukas Hariyono.
Kegiatan kerjasama Pemerintah Desa Pamotan dengan Unikama ini diharapkan menambah pemahaman masyarakat dalam pengelolaan produk industri yang secara khusus berguna dalam meningkatkan daya saing produk dan secara umum untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. (had)





















































