BACAMALANG.COM – Momen ulang tahun Voice of Malang (VOM) ke-7 yang sekaligus berbarengan dengan peringatan hari jadi Kota Malang ke-110 menjadi saat yang spesial untuk dirayakan.
Merayakan HUT ke-7, Voice of Malang memberikan wadah terhadap hasil karya anggota sendiri dan kreasi anak-anak dengan tampil di Alun-alun Kota Malang, belum lama ini.
“Dalam HUT spesial ke-7 ini kami ingin memberikan wadah terhadap karya-karya sendiri, dan yang kedua untuk anak anak,” tegas Ketua Voice of Malang (VOM) Wahyoe KCMT kepada BacaMalang.com.
Dikatakannya, detail acara materi angklung anak ada 150 yang datang dan ada pula Tari Bapang flashmob. Secara total yang menari bersama spontan ada sekitar 130 orang.
Kemudian ada aneka genre band dan musisi yang tampil sampai pukul 22.00 WIB, dimulai dari pukul 03.30 WIB. Aneka genre ini ada dangdut, pop, hingga rock.
“Jadi memang ini satu kesinambungan dengan apa yang sudah dilakukan oleh VOM di 7 bulan terakhir, bahwa kita memberi ruang dan waktu terhadap karya sendiri, dan yang kedua untuk anak anak,” tuturnya.
Ia menjelaskan, acara memang sudah rutin dilaksanakan setiap bulan, namanya PerVOM. Diungkapkannya, sampai bulan kemarin sudah PerVOM yang ke-7.
Acaranya sama, tapi versi kecilnya di Kayutangan, beda dengan saat ini besar karena melibatkan ratusan anak kecil dan ratusan penonton.
Diterangkannya, rencana ke depan diharapkan acara ini bukan hanya setiap setahun sekali, diupayakan diadakan setiap bulan, karena penting bagi VOM memandang karya sebagai satu aktivitas yang perlu diwadahi dan diberi ruang berkarya.
Hal ini karena memang lebih banyak secara industrial, lebih banyak titik yang memberi ruang kepada lagu-lagu yang mainstream, lagu-lagu yang popular, akhirnya memang secara sengaja atau tidak sengaja, karya-karya yang dipunyai oleh teman-teman Malang agak terpinggirkan.
Pihaknya mencoba menghubungkan antara production house, production recording, hingga antara penikmat musik dan media agar semuanya berkoneksi agar bisa bikin pasar baru.
Hal ini bukannya pihaknya tidak menoleh kepada mainstream, tapi mengupayakan ada celah lain yang membuat teman-teman yang tidak mendapatkan perhatian, karya-karyanya bisa terapresiasi lebih luas.
Kolaborasi memakai boso Malangan dengan konteks mengajak musisi atau vokalis yang ada di VOM ada beberapa, meliputi Antok Yunus dengan Miben Voice, dan Amindatama Voice, yakni ada 3 lagu, yang sudah rilis 1 lagu, dan sudah ada semua di digital platform.
Kemudian ada Indra Kenatha (Gio Production) ikut berpartisipasi dan memproduseri teman-teman VOM, ada Galih Arif dan Yohana Febriyanti.
Kemudian juga ada Andang Bachtiar dan Penyelaras, sebuah band dari Profesor Andang (salah seorang Geologis kebanggaan Indonesia) dengan karya remix dua lagu judulnya Ngalam Apa Kabar dan Belajar Dari Batu, kemudian ada 6 lagu yang masuk ke album ke-3 itu disi vokalnya oleh teman-teman dari VOM.
Secara konkret sudah ada 3 kerja sama kolaborasi dengan musisi-musisi lain, dampak langsung dari aktivitas atau rutinnya membikin PerVOm 1 sampai 7.
Selanjutnya Wahyu juga mengungkapkan harapannya. Dijelaskannya, untuk VOM lebih ke diri pengurus sekarang, jadi semoga tidak ketemu lelah, tidak ketemu capek dan selalu ada rezeki kesempatan waktu dan tenaga untuk mengupayakan selalu ada ruang untuk karya teman-teman yang tidak masuk industri musik, memberikan ruang buat silaturahmi antar genre, antar generasi, dan antar komunitas.
Ia menuturkan, semoga pada kepengurusan yang sekarang sampai 2025 nanti punya energi yang terus menerus, diberikan kesehatan rezeki untuk selalu mengupayakan hal-hal tadi yang tujuan utamanya memang dirinya sebagai warga Malang, penyanyi khususnya, musisi pada umumnya mempunyai martabat yang sama di mata sosial.
“Jadi sama saja sebenarnya. sempurna sama seperti jadi dokter, jadi pilot, dan seterusnya agar apresiasi terhadap penyanyi betul-betul selayaknya terhadap profesi yang lain lah. Itu yang selalu kita upayakan,” tukasnya.
*Menggunakan Bahasa Malangan dan Anak-anak
Sementara itu musisi Antok Yunus menjelaskan tentang penggunaan bahasa Malangan dan anak-anak.
“Kenapa saya memilih berkolaborasi dengan anak-anak. Karena memang dari dulu ingin membikin lagu untuk anak-anak, karena kalau lagu balada (saya) sudah sekitar 11 album,” urainya.
Ia ingin mempunyai lagu anak, dan kebetulan yang muncul justru lagu anak tentang bahasa Malangan dan walikan ini yang bisa dibilang menjadi ciri khas Arema.
Diungkapkannya, kolaborasi ini juga tidak sengaja, karena lagu anak, rata-rata semua sudah paham.
“Saya cuma ingin bahwa bahasa walikan ciri khas Malang ini tidak Letterlijk, jadi kalau orang luar Malang menangkap yang asli punya anak Malang itu beda,” terangnya.
Kemudian juga membikin lagu yang berjudul Ayahab Ilakes, dan ia bersyukur kemudian VOM mengajak kolaborasi di event PerVom yang ada setiap bulan dan ia berpikir hal ini luar biasa karena menampilkan karya-karya orisinal dari musisi Malang Raya dan para penyanyi Malang Raya.
Ia turut bangga karena sudah berjalan beberapa bulan, dan sebagian teman-teman musisi pengarang lagu juga ada di platform digital.
Untuk event kali ini ia menilai luar biasa, karena ia kebetulan akrab juga dengan Ketua VOM Wahyoe KCMT.
Jadi mereka berdua bersama-sama memikirkan bagaimana untuk ulang tahun ke-7 ini, bisa menampilkan murni karyanya teman-teman.
Lagu Ayahab Ilakes sudah terekam dan dinyanyikan anak-anak dan bisa ditampilkan di acara ulang tahun ke-7, dengan Armindatama dan Miben Voice.
Vokalnya ada sekitar 16 anak-anak, kemudian dikolaborasikan dengan permainan angklung 150 anak, dimana masyarakat bisa menonton full di Alun-alun Kota Malang.
Ia memaparkan, alasan di balim menampilkan lagu bahasa walikan karena ini menjadi ciri khas tersendiri.
“Karena kalau tari topeng kan sudah punya Kabupaten, kalau Bantengan sudah punya Batu,” sambungnya.
Antok menyebut, untuk VOM ia berharap terus bisa mewadahi karya dari arek-arek Malang sendiri supaya mempunya level sama dengan industri.
“Apalagi terkait dengan kekaryaan itu sama saja saya pikir. Meskipun nasional ataupun regional, kalau sudah punya karya tinggal berpikir cara promosinya saja,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, adanya VOM ini mereka dapat mempromosikan karyanya, ke depan juga bisa mencari orang-orang yang peduli dengan apa yang dilakukan VOM dari ulang tahun pertama hingga ke-tujuh ini.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki





















































