BACAMALANG.COM – Jawara Internet Sehat Jawa Timur berkolaborasi dengan Yayasan Askara Insan Nusantara dan Media Event Group yang didukung oleh ICT watch, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Whatsapp menyelenggarakan Sekolah Relawan Literasi Digital Malang dengan tema “Lawan Hoaks dan Lindungi Data Pribadi”. Minggu (2/9/2022)
Bertempat di Balai Besar Pemdes Malang, Jalan Raya Langsep No. 7, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan mengenai hoaks dan memaparkan pentingnya mengamankan data-data pribadi.
Sekolah literasi ini menghadirkan tiga pemateri dengan keahlian di bidangnya masing-masing, yaitu ada Korwil Mafindo Malang dan Manager Program DCG Indonesia Anandito Birowo, Korbid Pengembangan Organisasi dan SDM Pengurus Pusat Forum TBM Wily Ariwiguna, Jawara Internet Sehat Jatim 2022 dan Founder Media Event Group Deviana Safitri.
Di sesi pertama dibuka oleh Anandito Birowo dengan materi “Cerdas Berinternet Tanpa Jeratan UU ITE”. Di dalam materi ini peserta diimbau untuk bermain sosial media yang baik.
“Contoh dengan menggunakan bahasa yang baik, tidak mengujarkan kebencian atau sejenisnya,” tuturnya.
Kemudian di sesi kedua, diisi oleh Wily Ariwiguna dengan tema “Budaya Digital : Keluarga Literat Digital” materi ini berhubungan dengan situasi saat ini tentang kebiasaan orang tua sering sekali mengekspos tentang anak mereka, bahkan hingga orang lain tahu dimana sekolah dan alamat sang anak.
“Ini bisa menjadi masalah serius ketika ada oknum yang menggunakan kesempatan untuk berbuat jahat terhadap sang anak. Bahkan juga sebaliknya orang tua yang kurang aware dengan sosial media juga mudah dalam menerima informasi yang ternyata hoaks,” terang Wily Ariwiguna.
Materi ketiga diisi oleh Deviana Safitri dengan membawakan materi “Keamanan Digital dan Lindungi Data Pribadi”.
Materi tersebut menjelaskan tentang jenis-jenis penipuan seperti phising, dan lainnya.
Menjelaskan juga bagaimana cara mengamankan akun sosial media yaitu dengan menggunakan perlindungan autentifikasi ganda, mengubah password sosial media/pin atm secara berkala, dan mengecek secara berkala apakah data kita mengalami kebocoran.
“Harapannya dapat meningkatkan kapasitas pegiat literasi digital di Indonesia untuk sadar akan pentingnya menangani hoaks dan data pribadi, serta mampu memberikan edukasi ke sekitar keluarga masing-masing betapa pentingnya menangkal hoaks dan melindungi data pribadi,” pungkasnya.
Perlu diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Siswa SMA, Mahasiswa, komunitas, UMKM, Guru dan lainnya. (why)





















































