BACAMALANG.COM – Kota Malang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Global Band T-Shirt Day 2026: Chapter Malang. Mengusung semangat kecintaan terhadap musik dan merchandise band, acara ini digelar selama dua hari, 17–18 Oktober 2026, di Artisantz Coffee and Eatery, Sawojajar, Kota Malang.
Event yang diinisiasi Everyday Band T-Shirt bekerja sama dengan Antz Music Studio ini merupakan bagian dari perayaan Global Band T-Shirt Day, sebuah agenda tahunan yang menjadi ruang berkumpul bagi para pencinta kaos band, penggemar musik, hingga kolektor merchandise dari berbagai daerah.
Beragam koleksi kaos band original atau merchandise resmi ditawarkan dalam acara tersebut. Mulai dari band Indonesia hingga mancanegara, koleksi yang dipamerkan mencakup produk baru, bekas, hingga kategori vintage. Harganya pun bervariasi, mulai ratusan ribu rupiah hingga mencapai puluhan juta rupiah untuk kaos tertentu yang memiliki nilai koleksi tinggi.
Penyelenggara, Rio Novandi dan Edi Purnomo, menegaskan bahwa keaslian merchandise menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan acara ini.
Menurut keduanya, seluruh tenant diwajibkan membawa merchandise resmi dari band Indonesia maupun luar negeri. Kaos band bajakan atau bootleg dan produk palsu tidak diperbolehkan diperdagangkan dalam event tersebut.
“Para tenant Global Band T-Shirt Day 2026 Chapter Malang wajib membawa merchandise asli band, baik band Indonesia maupun luar negeri. Koleksinya bisa dalam kondisi baru, bekas, hingga vintage, tetapi tidak diperbolehkan membawa kaos band bootleg maupun palsu,” tutur Rio dan Edi.
Libatkan Belasan Tenant dari Berbagai Kota
Global Band T-Shirt Day 2026: Chapter Malang melibatkan belasan tenant yang datang dari sejumlah kota, di antaranya Jakarta, Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jombang, serta tuan rumah Malang.
Kehadiran para tenant tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berburu kaos band dan merchandise resmi dari musisi maupun grup musik favorit mereka. Selain menjadi tempat transaksi koleksi, acara ini juga diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi komunitas pencinta musik dan kolektor merchandise.
Rio dan Edi menjelaskan, merchandise band memiliki daya tarik tersendiri karena berkaitan erat dengan identitas, kenangan, serta kecintaan seseorang terhadap musik dan musisi idolanya.
“Hampir semua orang mendengarkan musik dan memiliki band atau penyanyi idola. Mayoritas tentu ingin mempunyai merchandise resmi dari idola mereka. Event ini hadir sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sekaligus mempertemukan para pencinta dan kolektor merchandise band,” jelasnya.

Beragam koleksi kaos band original atau merchandise resmi ditawarkan dalam acara tersebut. (ist)
Kolaborasi dengan Antz Music Studio, Hadirkan Musisi Lintas Genre
Pemilihan Antz Music Studio sebagai mitra penyelenggara bukan tanpa alasan. Studio musik legendaris di Kota Malang tersebut telah membangun ekosistem musik sejak awal 2000-an dan menjadi bagian dari perjalanan sejumlah band, di antaranya Snickers and The Chicken Fighter, Begundal Lowokwaru, hingga Brigade 07.
Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan lapak merchandise, tetapi juga menghidupkan suasana melalui penampilan musik akustik dari sejumlah musisi dan pelaku skena musik independen.
Beberapa penampil yang dijadwalkan meramaikan acara ini antara lain Acoy dari Snickers and The Chicken Fighter featuring Ardhi Spiky in Venus, Embek dan Darjo dari Begundal Lowokwaru, serta Udin Yoyok Nata dari Pagar Besi Hardcore. Selain pertunjukan musik, acara ini juga menghadirkan Podcast Cangkruk Manuk.
Berbagai penampilan tersebut mengangkat warna musik yang beragam, mulai dari melodic punk, emo, punk rock, hingga hardcore dalam format akustik.
“Antz Music Studio mempersembahkan sejumlah penampil yang membawakan musik melodic punk, emo, punk rock, hingga hardcore secara akustik,” ungkap Rio dan Edi.
Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan di Malang
Lebih dari sekadar ajang berburu kaos band, Global Band T-Shirt Day 2026: Chapter Malang diharapkan menjadi ruang silaturahmi, diskusi, sekaligus temu kangen bagi para pencinta musik, pemburu merchandise, dan kolektor dari berbagai daerah.
Melalui pertemuan tersebut, para pengunjung dapat berbagi cerita, bertukar informasi mengenai koleksi, serta memperluas jaringan komunitas yang memiliki ketertarikan serupa.
Penyelenggara berharap penyelenggaraan perdana di Kota Malang ini dapat menjadi awal dari keberlanjutan acara pada tahun-tahun mendatang.
Dengan dukungan komunitas musik, kolektor, dan pelaku industri kreatif lokal, Global Band T-Shirt Day diharapkan tumbuh menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem musik independen sekaligus mempertemukan lebih banyak pencinta merchandise band di Malang.
Pewarta/Editor: Imam Muchlis



















































