BACAMALANG.COM – Polres Batu meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kota Batu. Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa bersama Kasatlantas Polres Batu AKP Matheus Jaka Iswantara memantau langsung kondisi stok BBM di 10 SPBU pada Senin (19/10/2026).
Pemantauan yang dimulai pukul 15.45 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar sekaligus mengantisipasi pembelian berlebihan atau panic buying akibat kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar.
Sejumlah SPBU yang menjadi lokasi pengecekan di antaranya SPBU Tlekung, Pendem, dan Beji. Petugas juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU serta pihak Pertamina guna memperoleh informasi terkini mengenai persediaan, tingkat konsumsi, dan kendala distribusi BBM.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 10 SPBU di wilayah hukum Polres Batu dan polsek jajaran, diketahui bahwa kondisi stok BBM berbeda-beda. Sejumlah SPBU masih memiliki persediaan untuk melayani kebutuhan masyarakat, sementara beberapa lainnya mengalami keterbatasan stok, terutama Pertalite dan Bio Solar.
Berdasarkan koordinasi dengan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Region Malang, Imam Rizki Arianto, konsumsi BBM, khususnya Pertalite dan Bio Solar, mengalami peningkatan selama satu bulan terakhir.
Peningkatan tersebut diduga turut dipengaruhi informasi yang beredar di media sosial. Kondisi ini dikhawatirkan memicu keresahan masyarakat dan mendorong pembelian BBM secara berlebihan.
Selain meningkatnya konsumsi, distribusi BBM juga menghadapi kendala berupa keterlambatan pengiriman. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina terus mengupayakan pengiriman pasokan serta meminta dukungan dari depot di Malang dan Surabaya guna memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Kota Batu.
Pertamina juga menyampaikan bahwa sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika konflik di Timur Tengah yang berdampak terhadap pergerakan harga minyak dunia. Sementara itu, kebijakan harga BBM tetap mengacu pada ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa menegaskan bahwa pemantauan langsung dan koordinasi lintas pihak menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi gangguan distribusi BBM sejak dini.
“Melalui monitoring ini, Polres Batu berupaya mendeteksi sejak dini potensi antrean panjang, keterbatasan stok, serta kemungkinan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi,” tegasnya kepada awak media.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Masyarakat diminta membeli bahan bakar sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Kapolres turut meminta masyarakat segera melapor kepada kepolisian terdekat apabila menemukan indikasi penimbunan BBM bersubsidi.
“Apabila ada informasi tentang penimbunan BBM bersubsidi, silakan melaporkan ke kepolisian terdekat,” pungkasnya.
Polres Batu bersama Pertamina dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk mendukung kelancaran distribusi BBM, mencegah penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi, dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































