Tanaman Dirusak, Petani Jeruk di Dau Mengadu ke Polres Malang

Purwati (tengah) menunjukkan bukti pengaduan yang sudah diterima dari Polres Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Sejumlah petani jeruk dari Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau mendatangi Mapolres Malang di Jalan Raya Ahmad Yani, Kepanjen, Jumat (24/4/2020).

Kedatangan para petani itu untuk mengadukan perihal pengerusakan tanaman jeruk mereka.

Menurut perwakilan Kelompok Tani Sumber Rejeki Selokerto, Purwati, pengerusakan tanaman jeruk dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku suruhan dari Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Pengerusakan tanaman itu dilakukan dengan cara memetik buah jeruk yang masih belum siap panen.

“Saya ini kan kelompok tani, sekarang jeruk itu dirusak oleh anak buah BUMDes, ngakunya BUMDes,” kata Purwati, saat ditemui di Mapolres Malang.

Purwati menambahkan, mereka membawa sejumlah bukti dalam pengaduan tersebut. Bukti-bukti itu seperti video pengerusakan, serta beberapa berkas administrasi lainnya.

“Status lahannya memang kan tanah bengkok. Bukan tanaman saja yang di rusak, tapi ada beberapa petani lain. Kalau total ada 102 penggarap disitu,” terangnya.

Lebih jauh, Purwati menjelaskan, akibat pengerusakan tersebut, dirinya saja mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta.

Selain membuat aduan ke Mapolres Malang, para petani jeruk itu juga mengadu ke lembaga swadaya masyarakat Lumbung Informasi Rakyat atau LSM LIRA Malang Raya.

“Saya selaku pendamping, sudah saya komunikasikan ke DPR, bukan perdatanya tapi terkait pembentukan BUMDes itu. Menurut informasi dari orang-orang (petani) ini, tiba-tiba ada,” ucap Koordinator LIRA Malang Raya, M Zuhdy Achmadi. (mid/yog)