Temui Titik Terang, Banpres Warga Perumahan Singosari Residence yang Raib Kini Sudah Cair

Dyah Destyanti Anggraini menunjukkan bukti banpres yang hilang (yon)

BACAMALANG.COM – Warga perumahan Singosari Residence Desa Purwoasri Kecamatan Singosari Kabupaten Malang sudah menerima pencairan bantuan langsung tunai usaha kecil mikro ,kecil dan menengah, Senin (8/3/2021).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiharto Kasmuri menjelaskan pihak terkait bisa melaporkan ke OJK Malang. Menurutnya, sebaiknya pihak yang bersangkutan membuat laporan sebagai dasar OJK untuk melakukan tindakan.

Pengaduan masyarakat akan dijadikan dasar dalam mencari solusi permasalan ini  dan mengetahui apa yang menjadi permasalahannya.

“Saya tidak tahu saat mekanisme pencairanya, apabila ada laporan enak lagi kita kita dorong pihak pihak terkait untuk melakukan investigasi,” ungkapnya.

BACA JUGA : GEGER! BANPRES JOKOWI WARGA PERUMAHAN RESIDENCE SINGOSARI RAIB DICURI OKNUM

Ia menjelaskan, pihak penerima terkadang gegabah, dimana kartu ATM saat diaktivasi meminta bantuan orang lain sehingga diketahui paswordnya.

Dalam persoalan ini, lanjutnya, pihak penerima BLT UMKM bisa menanyakan ke bank terkait untuk memastikan yang menjadi penyebab terblokir rekening penerima .

“Kalau ada laporan enak sampaikan ke OJK direkom OJK dipandu tertulis membuat laporan  sehingga ada dokumentasi di follow up dengan mencantumkan identitasnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Dyah Destyanti Anggarini warga perumahan Singhasari Residence Blok E No 12.a  mengaku sudah menerima BLT UMKM  sejumlah 2,4 juta, Senin (8/3/2021) sudah dicairkan dan diantar ke rumah sekitar siang hari .

“Kalau jamnya saya lupa persisnya jam berapa dan Kalo ATM – nya dan PIN dikasihkan hari selasa (9/3/2021) siang,” tegasnya.

Pihaknya, sudah menerima uang bantuan tersebut serta tidak akan mengadukan dan memperpanjang persoalan ini atau membawa ke ranah hukum.

Menurutnya ,pihak Mekaar dari Surabaya sudah beritikad baik, kemarin sudah meminta maaf.

“Semua yang saya tahu bermasalah seperti mbak Isti, Sugiyanti, Khoiridatun atau mbak Ida, dan yang lainya menganggap persoalan ini  sudah diselesaikan dalam waktu yg cepat,” tuturnya.

Ia menjelaskan pihak Mekaar berjanji akan menyelesaikan semua kejadian serupa yang menimpa penerima bantuan lain.

” Mereka juga berjanji akan menyelesaikan semua kasus serupa. Saya menghargai upaya dan kerja kerasnya pihak PNM Mekaar dalam  menyelesaikan masalah  dalam waktu yang cepat,” pungkasnya.(yon)