Usung Semangat Toleransi, Pengurus Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Gelar Anjangsana ke Vihara Dhammadipa Arama Kota Batu

Rombongan dari Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Kota Batu berfoto dengan dua Atthasilani di depan patung Buddha Tidur di Vihara Dhammadipa Arama, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Minggu (4/6/2023). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Selain diikuti umat Buddha dari Malang maupun luar Malang, perayaan Hari Trisuci Waisak 2567/2023 di Vihara Dhammadipa Arama, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Minggu (4/6/2023) juga dihadiri sejumlah umat selain Buddha.

Seperti yang dilakukan rombongan dari Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Kota Batu, yang mengunjungi vihara ini usai prosesi Waisak digelar.

Rombongan yang terdiri dari suster, diakon, pengurus gereja serta orang muda Katolik ini diterima langsung oleh Ketua Vihara Dhammadipa Arama Y.M. Bhante Khantidharo Mahāthera di ruang kerjanya. Mereka bercengkerama dan berdialog dalam suasana yang hangat.

Setelah itu keenam belas anggota gereja tersebut beramahtamah di Dāna Bhojana Guṇa Graha, yang kemudian mulai berkeliling untuk melihat fasilitas yang ada di vihara.

Dipandu Samanera Abayarato, mereka mengawali dengan melihat apa saja di dalam Paṭirūpaka Shwedagon Pagoda sebagai pagoda pertama di Indonesia. Pagoda ini merupakan replika Pagoda dari Myanmar yang diresmikan pada tahun 2003, dan sebagai Simbol Kejayaan Sang Buddha.

Rombongan juga diajak memasuki Museum Dhammādāsa yang berisi sejumlah lukisan, benda-benda, serta beberapa ruangan seperti ruang Tiongkok, ruang Thailand, ruang Relik, dan ruang Perintis Dhammadipa Arama.

Dua Samanera memandu rombongan dari Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Kota Batu melihat fasilitas di dalam Paṭirūpaka Shwedagon Pagoda, Vihara Dhammadipa Arama, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Minggu (4/6/2023). (Nedi Putra AW)

Mereka juga mengunjungi Uposathaghara, suatu bangunan suci tempat pentasbihan seorang calon Bhikkhu menjadi seorang Bhikkhu.

Di Indonesia hanya ada dua Uposathagara yang digunakan untuk mentasbihkan bhikkhu, yakni di Vihara Dhamacaka di Jakarta dan Padepokan Dhammadipa Arama di Kota Batu ini.

Tak lupa mereka menyempatkan berfoto di di depan Patung Buddha Tidur berwarna emas yang menjadi ikon dari Vihara Dhammadipa Arama.

Hari Susilo, salah satu anggota rombongan Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Kota Batu mengungkapkan kepada BacaMalang.com, bahwa kunjungan kali ini adalah anjangsana untuk ikut mengucapkan selamat Hari Waisak kepada umat Buddha.

“Sebagai orang beriman, kami ingin lebih mengenal dengan umat lain, khususnya umat Buddha di sini, baik secara pribadi maupun institusi,” ujarnya.

Hari Susilo menambahkan, Waisak kali ini juga menjadi momen yang baik bagi antar umat beragama untuk lebih mempererat tali persaudaraan.

“Hal ini sesuai tema yang diusung, maupun pernyataan menyejukkan dari Y.M. Bhante Khantidharo Mahāthera, bahwa Waisak selalu mengembangkan kebajikan, toleransi dan perdamaian,” ucapnya mengakhiri.

Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki