BACAMALANG.COM – Universitas Ma Chung yang genap berusia 15 tahun pada 7 Juli 2022 telah berkontribusi mewarnai dunia Pendidikan Indonesia. Perayaan tonggak bersejarah dalam perjalanan Universitas Ma Chung tersebut digelar di Balai Pertiwi, Kamis (7/7/2022), yang dihadiri segenap civitas akademika Universitas Ma Chung dengan para Pembina dan anggota dari Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera.
Rektor Universitas Ma Chung Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si menyampaikan, jika dianalogikan sebuah pertumbuhan biologis manusia, usia 15 tahun adalah remaja, dimana remaja biasa mengalami sikap perilaku yang berubah-ubah, tidak pasti, rumit, ambigu.
“Hal ini juga terjadi di dalam dunia sekarang, yang dikenal dengan istilah the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity,” ungkapnya.
Rektor menegaskan, perubahan itu dapat berjalan dengan bertahap, tapi ada kalanya terjadi secara cepat dan drastis, seperti yang terjadi pada Universitas Ma Chung pada masa pandemi COVID-19.
“Saya bersyukur bahwa segenap warga Universitas Ma Chung cukup mampu merespon dan beradaptasi dengan perubahan yang cepat ini. Di jaman yang berubah dengan cepat, seluruh warga Universitas Ma Chung dituntut untuk bisa cepat beradaptasi dan berinovasi untuk merespon perubahan. Sebagai manusia yang telah dikarunia akal budi dan kehendak, disepanjang sejarah telah terbukti bahwa kerjasama antar manusia mampu menaklukan berbagai persoalan yang muncul, kerjasama ini didukung oleh pendidikan,” urainya.
Rektor Murpin menambahkan, kerjasama yang dibangun secara kolaboratif dalam pendidikan yang berpengetahuan berketmpilan dan berkarakter akan mampu menaklukan tantangan di VUCA.
“Sehingga kami mengambil tema Dies Natalis Universitas Ma Chung yang ke XV kali ini adalah ‘Together Conquering the VUCA'” terangnya.
Rektor juga melaporkan sejumlah prestasi yang diraih oleh civitas akademika dari berbagai Fakultas yang ada di Universitas Ma Chung selama 1 tahun terakhir, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang telah mengakomodasi Kurikulum berbasis OBE dan Merdeka Belajar, dengan melakukan maksimal 52 SKS termasuk PKL dan Tugas Akhir di luar FEB Universitas Ma Chung.
“Satu orang mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni mendapatkan hibah Indonesia International Student Mobility Award 2022, mendapatkan kesempatan untuk menempuh studi selama enam bulan di Humboldt Universität Berlin, Jerman. Sementara Fakultas Sains dan Teknologi selain mendapatkan Hibah Program Kerja Sama Kurikulum 2021, juga sedang sedang dalam proses seleksi Program Bantuan Pembelajaran Daring Kolaboratif dan merintis program studi Profesi Apoteker & Optometri,” paparnya.
Hingga tahun 2023 mendatang, imbuhnya, Universitas Ma Chung juga tergabung dalam Konsorsium Internasional dalam usaha penanggulangan sampah makanan dalam program Hibah ERASMUS+ CBHE dari Uni Eropa.
“Kami juga terus menjalin kerja sama. Tercatat ada 113 MoU aktif dengan institusi dalam negeri, serta 8 MoU aktif dengan institusi luar negeri seperti Shizuoka University, National Taiwan Ocean University, Tongren Polytechnic College, Chaoyang University of Technology Taiwan, Dayeh University Taiwan, Sias International University, dan Confucius Institute,” beber dia.
Namun Murpin menegaskan, capaian-capaian tersebut tentu bukan hanya upaya satu atau dua orang, tetapi merupakan kerjasama dari semua pihak pemangku kepentingan Universitas Ma Chung, mulai dari pendiri, pembina, yayasan Harapan Bangsa Sejahtera, para pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan alumni.
“Saya bersama para pimpinan Universitas Ma Chung menyampaikan banyak terima kasih kepada Pendiri yang dimotori oleh Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera yang dipimpin Tee Teguh Kinarto, tim IX yang dengan semangat tinggi terus memonitor perkembangan dan operasional universitas. Terima kasih atas dukungan yang terus menerus untuk kemajuan Universitas Ma Chung. Terima kasih juga kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah bekerja keras mendidik mahasiswa dan memajukan universitas. Kepada para alumni, terima kasih atas support terhadap adik-adik angkatannya, dan kepada para mahasiswa atas prestasi-prestasi yang diraih dan mengharumkan nama almamater,” tandas Murpin.
Dalam kegiatan ini, disajikan sebuah orasi ilmiah bertemakan sains dan teknologi berjudul “Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Penguatan Precision Agriculture sebagai Masa Depan Pertanian Indonesia” oleh Dr. Kestrilia Rega Prilianti, M.Si – dosen sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung. Paparan ini diambil dari riset beliau dalam mengembangkan teknologi dalam bidang Pertanian dalam usaha untuk memajukan pertanian Indonesia.(ned/lis)




















































