Dr Sri Untari Luncurkan ASTARI, Platform AI Penampung Aspirasi Warga 24 Jam - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 30 Jul 2026 07:39 WIB ·

Dr Sri Untari Luncurkan ASTARI, Platform AI Penampung Aspirasi Warga 24 Jam


 Luncurkan inovasi digital ASTARI (Aspirasi untuk Bunda Untari) sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat berbasis kecerdasan buatan (AI). (ist) Perbesar

Luncurkan inovasi digital ASTARI (Aspirasi untuk Bunda Untari) sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat berbasis kecerdasan buatan (AI). (ist)

BACAMALANG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP, meluncurkan inovasi digital ASTARI (Aspirasi untuk Bunda Untari) sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat berbasis kecerdasan buatan (AI). Peluncuran dilakukan dalam agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kota Malang, Rabu (29/7/2026).

Kehadiran ASTARI menjadi terobosan baru dalam memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Melalui platform berbasis chatbot AI tersebut, Sri Untari ingin memastikan konstituen dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun usulan kapan saja tanpa harus menunggu pelaksanaan reses.

“ASTARI adalah dashboard yang saya susun bersama tim menggunakan chatbot AI agar saya bisa terhubung selama 24 jam dengan seluruh pemilih saya. Kini komunikasi dengan masyarakat tidak lagi dibatasi oleh waktu maupun tempat,” ujar Sri Untari usai peluncuran.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menjelaskan, pelaksanaan reses selama ini memiliki keterbatasan karena hanya berlangsung beberapa kali dalam setahun dan menjangkau titik tertentu. Sementara kebutuhan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan terjadi setiap hari.

Melalui ASTARI, masyarakat dapat mengakses sedikitnya sembilan layanan yang disediakan, mulai dari penyampaian aspirasi, pengaduan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda), hingga berbagai layanan publik lainnya.

“Kalau reses hanya beberapa kali dalam setahun dengan lokasi yang terbatas. Lewat ASTARI, saya tetap bisa terhubung dengan seluruh konstituen kapan pun. Ini bentuk pemanfaatan teknologi untuk menjaring aspirasi masyarakat secara lebih luas,” katanya.

Sri Untari menuturkan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dilaporkan melalui platform tersebut, seperti kerusakan jalan dan jembatan, persoalan UMKM, koperasi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan perempuan dan anak yang menjadi fokus tugasnya di DPRD Jawa Timur.

Meski tidak semua persoalan berada dalam ruang lingkup komisinya, Sri Untari memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas komisi, fraksi, maupun Badan Anggaran DPRD Jawa Timur.

“Kalau ada laporan mengenai jalan atau jembatan, tetap kami koordinasikan dengan rekan-rekan yang membidangi. Jadi masyarakat tidak perlu bingung harus mengadu ke mana,” jelasnya.

Tak hanya menjadi kanal pengaduan, ASTARI juga dirancang sebagai media transparansi kinerja legislator. Melalui dashboard tersebut, masyarakat dapat memantau berbagai aktivitas kedewanan Sri Untari, termasuk dokumentasi kegiatan dan pemberitaan media mengenai tugas-tugas yang dijalankannya.

“Konstituen harus melek digital. Mereka bisa mengetahui saya sedang bekerja di mana, kegiatan apa yang saya lakukan, dan semuanya dapat dipantau melalui ASTARI. Saat memiliki waktu, saya juga bisa langsung merespons aspirasi yang masuk melalui perangkat mobile,” tuturnya.

Sri Untari mengungkapkan, ASTARI merupakan aplikasi pertama yang dikembangkannya secara mandiri untuk mendukung pelayanan aspirasi masyarakat berbasis teknologi digital. Ia berharap inovasi tersebut dapat menginspirasi anggota legislatif lainnya agar memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ini masih tahap awal dan terus kami sosialisasikan. Harapannya ASTARI benar-benar menjadi jembatan antara wakil rakyat dan masyarakat sehingga setiap aspirasi dapat tersampaikan lebih cepat, tepat, dan terdokumentasi dengan baik,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dosen UB Latih Petani Desa Ngenep Membuat Insektisida Alami, Dorong Pertanian Berkelanjutan

29 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bea Cukai Jatim II Kumpulkan Penerimaan Rp27,61 Triliun, Sita 71,1 Juta Batang Rokok Ilegal di Semester I 2026

29 Juli 2026 - 14:12 WIB

30 Tahun Kudatuli, Amnesty International Desak Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM Berat hingga Tuntas

28 Juli 2026 - 22:21 WIB

Survei Diklaim Tunjukkan Dukungan 90,9 Persen, DKN Desak Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

28 Juli 2026 - 17:52 WIB

Mahasiswa Fakultas Hukum UNISMA Gelar Sosialisasi Hukum di MA Raudlatul Ulum Putra Ganjaran Gondanglegi

27 Juli 2026 - 11:37 WIB

PedisCare Cetak Tenaga Kesehatan Andal Lewat Pelatihan Perawatan Luka Modern, Tekan Risiko Amputasi Pasien

25 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !