BACAMALANG.COM – Pemerintah Desa Sumberdem. Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan menggelar kegiatan bertema “Pelangi Anak Nusantara” yang diisi dengan gelar karya permainan tradisional. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan desa tersebut dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak melalui pelestarian budaya lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak sejak usia dini,” tegas Perangkat Desa Sumberdem, Sukadianto, kepada bacamalang, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai penting dalam membentuk kreativitas, kebersamaan, dan kepedulian anak terhadap teman sebaya. Nilai-nilai tersebut dinilai mulai terkikis seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
“Peringatan Hari Anak Nasional ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Desa Sumberdem sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak agar tetap mengenal permainan tradisional yang mampu membentuk kreativitas dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Sukadianto.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di dua lokasi. Apel peringatan serta permainan bersama, seperti Cublek-Cublek Suweng dan Jamuran, digelar di Lapangan Desa Sumberdem. Sementara itu, berbagai permainan tradisional lainnya dilaksanakan di Aula Desa Sumberdem.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 160 anak dari PAUD dan TK se-Desa Sumberdem. Selain itu, hadir pula sekitar 180 peserta dewasa yang terdiri atas Pemerintah Desa Sumberdem, Muspika Kecamatan Wonosari, Camat Wonosari, guru PAUD dan TK se-Desa Sumberdem, peserta parenting, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sumberdem menyampaikan harapannya agar perhatian terhadap anak-anak semakin diutamakan, khususnya melalui metode pembelajaran berbasis permainan, terutama permainan tradisional yang mencerminkan jati diri bangsa.
Selain itu, Kepala Desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Menurutnya, anak yang tumbuh di lingkungan yang bersih dan sehat akan memiliki karakter yang baik serta peduli terhadap alam dan sesama.
Pewarta Hadi Triswanto
Editor Rahmat Mashudi Prayoga



















































