BACAMALANG.COM — Upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mendampingi proses pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) secara mandiri di SMP Negeri 1 Kasembon.
Kegiatan tersebut diikuti 715 siswa dan 35 tenaga kependidikan. Selain memberikan pemahaman mengenai potensi serta penanganan bencana, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membekali warga sekolah dengan keterampilan menghadapi situasi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong sekolah memiliki sistem kesiapsiagaan yang lebih terstruktur.
“Melalui pendampingan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana secara mandiri ini, kami berharap sekolah memiliki kesiapsiagaan serta pemenuhan indikator mitigasi yang matang dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Purwoto, Senin (7/9/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan sosialisasi dan edukasi kebencanaan. Materi diberikan secara terpisah kepada siswa dan tenaga kependidikan agar dapat disesuaikan dengan peran masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat.
Tak hanya pembekalan teori, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi mandiri yang melibatkan Tim Siaga Sekolah. Simulasi tersebut menjadi bagian penting untuk mengukur kesiapan warga sekolah dalam merespons potensi bencana secara cepat dan tepat.
Setelah simulasi, BPBD bersama pihak sekolah melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki. Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi guna memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekolah.
Melalui program SPAB, BPBD Kabupaten Malang mendorong satuan pendidikan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melindungi seluruh warga sekolah ketika bencana terjadi.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































