BACAMALANG.COM – Sebanyak 45 pasien Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang sempat dievakuasi ke ruangan lain menyusul kebakaran yang terjadi di Ruang Dapur Gizi, Rabu (9/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap paparan asap, mengingat sejumlah ruang rawat inap, termasuk ruang perawatan anak dan pasien wanita, berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Dalam proses penanganan kebakaran, sebanyak 20 personel UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang dikerahkan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB.
Direktur RSSA Malang, Bachtiar Budianto, mengatakan evakuasi dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pasien, khususnya pasien anak yang dinilai lebih rentan terhadap paparan asap.
“Pasien di ruang rawat inap khusus anak telah dipindah ke ruang yang lebih aman dari asap, yakni di Grand Pavilion,” ujar Bachtiar.
Menurutnya, dari total 45 pasien yang dipindahkan, seluruhnya berada dalam kondisi baik. Setelah proses evakuasi, pihak rumah sakit juga melakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi kesehatan para pasien.
“Alhamdulillah, setelah dipindah kami lakukan screening ulang pada pasien dan hasilnya tidak ada kegawatan atau hal yang mengkhawatirkan pada anak,” jelasnya.
Bachtiar menjelaskan, lokasi kebakaran sebenarnya masih memiliki jarak dengan ruang IRNA 4 atau ruang perawatan anak (pediatri). Namun, pihak rumah sakit memilih melakukan evakuasi sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai kemungkinan, terutama dampak asap kebakaran.
“Untuk antisipasi segala risiko kami lakukan evakuasi, khususnya masalah asap. Pada pasien anak-anak kami lebih aware terhadap kemungkinan dampak asap, sehingga mitigasi risiko secara tidak langsung kami lakukan dengan evakuasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, RSSA sebenarnya telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) terkait jalur evakuasi pasien pediatri. Berdasarkan prosedur tersebut, pasien anak dapat diarahkan ke ruang GMT atau melalui pintu 11.
Namun, dalam kejadian kali ini, rumah sakit memberikan fasilitas yang dinilai lebih memadai dengan menempatkan pasien anak di Grand Pavilion yang berada di lantai dua.
“Secara sistem kami sudah memiliki alur dan SOP bahwa evakuasi untuk ruang pediatri adalah di ruang GMT atau di pintu 11. Itu kami lakukan. Hanya saja saat ini kami memfasilitasi dengan fasilitas yang lebih bagus, yaitu kami tempatkan di Grand Pavilion,” terangnya.
Bachtiar memastikan, seluruh pasien yang dievakuasi kini telah kembali mendapatkan pelayanan secara normal seperti sebelum kebakaran terjadi.
Selain kondisi fisik, pihak rumah sakit juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis pasien. Tim psikiater dan psikolog akan dilibatkan untuk melakukan pendampingan, terutama untuk mengantisipasi munculnya trauma akibat kejadian tersebut.
“Ada psikiater dan psikolog yang akan mendampingi dan turun ke ruangan setiap hari,” katanya.
Sementara itu, Ruang Dapur Gizi RSSA yang terbakar diketahui memiliki luas sekitar 300 meter persegi. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp900 juta.
Untuk kepentingan penyelidikan, lokasi kebakaran masih dipasang garis polisi. Petugas masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































