BACAMALANG.COM – Kabar duka menyelimuti warga Singosari setelah seorang pedagang angsle, Slamet meninggal dunia akibat kecelakaan lalu – lintas, Selasa (8/9/2026) malam.
Peristiwa terjadi di kawasan selatan Garasi Bus Restu, Desa Randuagung. Berdasarkan laporan WAG Relawan Siaga Utara yang diterima sekitar pukul 22.10 WIB, gerobak dorong milik korban ditabrak dari arah belakang oleh pengendara sepeda motor.
Setelah kejadian, Slamet sempat mendapatkan pertolongan di lokasi. Korban kemudian dievakuasi oleh Ambulans Tim Relawan Siaga Utara ke Rumah Sakit Prima Husada untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nyawa korban tidak tertolong. Slamet mengembuskan napas terakhir pada malam itu setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepergian almarhum menambah duka keluarga. Rupanya korban menyusul istrinya berpulang karena beberapa hari sebelumnya keluarga baru saja memperingati 40 hari kematian istrinya.
Menurut warga, keseharian almarhum cukup memprihatinkan. Warga menyebut almarhum hidup serba pas-pasan dan kesulitan berjalan, namun tetap berusaha mendorong gerobaknya untuk berjualan. Setelah ditinggal meninggal istrinya, almarhum tinggal seorang diri di rumah. Beruntung ada anak tiri yang tinggal jauh dan warga kampung yang memiliki solidaritas tinggi sehingga pemakaman dapat diurus.
Sosok pedagang angsle dengan gerobak dorong itu cukup dikenal warga Singosari. Dagangannya kerap dinikmati masyarakat sejak lama. Seorang warga mengenang almarhum sebagai pedagang yang tetap berjualan meski hujan dan cuaca dingin, bahkan kadang berjalan tanpa alas kaki hingga kedinginan. Warga juga menyampaikan terima kasih atas kenangan angsle hangat yang dijajakan almarhum saat hujan.
“Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah dan dagangannya dikenal banyak orang,” terang Bakhrul, warga Singosari.
Jenazah almarhum telah dimakamkan. Warga mendoakan agar almarhum husnul khotimah karena meninggal dalam berjuang mencari rezeki.
Kecelakaan ini juga memicu keluhan warga terkait minimnya penerangan jalan. Sejumlah warga menyoroti kondisi Lampu PJU di sepanjang jalur Singosari – Lawang yang banyak mati. Warga mempertanyakan kapan perbaikan dilakukan dan berharap tidak menunggu ada korban dari kalangan pejabat terlebih dahulu.
Warga juga menyampaikan jalan di kawasan tersebut gelap karena lampu trotoar banyak yang mati, sementara jalur lurus sehingga kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Arah Lawang – Karanglo disebut warga perlu segera ditangani.
Selain itu warga menilai sepanjang jalan tersebut minim penerangan dan akses pejalan kaki tidak memadai. Warga berharap pihak terkait segera memperhatikan hal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































