BACAMALANG.COM – Program berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) saat ini telah menjadi pilar penting yang mentransformasi sistem AI sebagai solusi masa depan pendidikan tinggi. Hal ini juga menjadi komitmen Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB), yang terus memperkuat internasionalisasi pendidikan dan penelitian.
Kali ini FSTeM UB menjalin kolaborasi dengan Universiti Putra Malaysia (UPM). Universitas mitra strategis internasional UB yang berada dalam jajaran Top 200 perguruan tinggi dunia berdasarkan QS World University Rankings.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Visiting Lecturer Program 2026 dengan menghadirkan Dr. Ahmad Hakiim Bin Jamaluddin dari Faculty of Sciences, Universiti Putra Malaysia. Ia berkolaborasi dengan Syaiful Anam, S.Si., M.T., Ph.D. dari Departemen Matematika FSTeM UB.
Program ini mengangkat dua tema, yakni “Global Guest Lecture: Introduction to Machine Learning in Data-Driven Healthcare Systems” dan “International Guest Lecture: Advancing Sustainable Healthcare Through Computational Intelligence Methods.”
Kedua program dirancang untuk mengintegrasikan internasionalisasi pembelajaran dengan penelitian dan publikasi bersama di bidang Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Computational Intelligence, dan Healthcare Analytics.
Pada program pertama, Dr. Ahmad Hakiim memberikan perkuliahan internasional secara daring untuk memperkuat Mata Kuliah Pengantar Pembelajaran Mesin.
Materi yang disampaikan meliputi “Introduction to Machine Learning for Healthcare Analytics” dan “Deep Learning and Intelligent Decision-Making in Healthcare Systems”. Kedua sesi tersebut dirancang dengan total kegiatan pembelajaran selama 200 menit.
Melalui perkuliahan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai penerapan machine learning dan deep learning untuk analisis data kesehatan serta pengembangan sistem pengambilan keputusan cerdas.
Pembelajaran tidak hanya menekankan aspek algoritmik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana metode berbasis data dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan multidisipliner, khususnya dalam bidang kesehatan.
Sementara program kedua secara khusus mendukung Mata Kuliah Computational Intelligence. Dalam kegiatan ini, Dr. Ahmad Hakiim menyampaikan dua topik, yakni “Advanced Computational Intelligence for Healthcare Analytics” dan “Intelligent Decision-Making Models in Healthcare Systems”.
Materi tersebut memperkenalkan pendekatan komputasi cerdas tingkat lanjut beserta penerapannya dalam healthcare analytics dan pengambilan keputusan pada sistem kesehatan.
Syaiful Anam, S.Si., M.T., Ph.D menjelaskan, keterlibatan akademisi internasional dalam Mata Kuliah Pengantar Pembelajaran Mesin dan Computational Intelligence menjadi bagian dari strategi FSTeM UB untuk memperkuat international exposure mahasiswa. Sekaligus menghadirkan perkembangan riset global secara langsung ke dalam proses pembelajaran.

Dosen FSTeM UB sebagai penguji eksternal seminar proposal di Program Studi Statistika UPM. (ist)
“Kolaborasi FSTeM UB–UPM tidak berhenti pada kegiatan perkuliahan. Kerja sama tersebut berkembang menjadi kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah yang melibatkan jejaring peneliti lintas perguruan tinggi,’ tegasnya.
Joint publication ini melibatkan Syaiful Anam, S.Si., M.T., Ph.D. dari FSTeM UB, Dr. Ahmad Hakiim Bin Jamaluddin dan Dr. Nur Ezlin Zamri dari Universiti Putra Malaysia, serta Dr. Andrea Tri Rian Dani dari Universitas Mulawarman.
Syaiful Anam menyebutkan, kolaborasi tersebut telah menghasilkan sejumlah artikel ilmiah yang diarahkan pada jurnal internasional bereputasi.
Untuk program Computational Intelligence, salah satu artikel telah disubmit ke Journal of Robotics and Control (JRC), jurnal internasional yang terindeks Scopus Q2.
Selain itu, artikel kolaboratif lainnya juga diarahkan pada jurnal internasional terindeks Scopus Q3. Hal ini memperluas luaran publikasi bersama yang dihasilkan melalui jejaring FSTeM UB–UPM dan mitra kolaborator lainnya.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Visiting Lecturer tidak hanya memberikan manfaat terhadap proses pembelajaran, tetapi juga berkembang menjadi joint research dan joint publication yang produktif.
Keterlibatan peneliti dari UPM dan Universitas Mulawarman sekaligus memperluas jejaring akademik FSTeM UB, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Kolaborasi riset bersama UPM juga ditindaklanjuti melalui keterlibatan mitra internasional dalam Program Penelitian Dasar Unggulan Universitas Brawijaya dan Penelitian Internal Skema B FSTeM.
Penelitian bersama tersebut diarahkan pada bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, Computational Intelligence, Data Analytics, Healthcare Analytics, serta Intelligent Decision-Making Systems.
Dengan demikian, Visiting Lecturer Program menjadi pintu masuk menuju ekosistem kolaborasi yang lebih luas, mulai dari international teaching, joint research, joint publication pada jurnal Scopus Q2 dan Q3, student mobility, hingga joint supervision.
Pola kerja sama ini menjadi bagian penting dari strategi internasionalisasi FSTeM UB, dengan mengarahkan kemitraan internasional pada luaran akademik yang nyata, terukur, produktif, dan berkelanjutan.
Internasionalisasi FSTeM UB juga diperluas pada level mahasiswa. Kerja sama dengan UPM ditindaklanjuti melalui pengiriman mahasiswa Program Studi Magister Matematika dan Doktor Matematika UB dalam Program UB STARS.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi internasional.
Selain itu, kolaborasi dikembangkan menuju joint supervision yang melibatkan Program Studi Magister Matematika dan Doktor Matematika Universitas Brawijaya serta Bachelor of Statistics Universiti Putra Malaysia.
Skema ini diarahkan untuk membuka peluang pendampingan penelitian mahasiswa oleh dosen dari kedua institusi, pengembangan topik riset bersama, serta publikasi kolaboratif.
Kerja sama dengan UPM, sebagai perguruan tinggi yang berada dalam jajaran Top 200 dunia QS, memiliki nilai strategis bagi agenda internasionalisasi FSTeM UB.
Kolaborasi tidak hanya berupa kunjungan akademik, tetapi dikembangkan dalam bentuk international classroom, visiting lecturer, joint research, joint publication, student mobility, dan joint supervision.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus mendukung SDG 3 – Good Health and Well-Being, SDG 4 – Quality Education, dan SDG 17 – Partnerships for the Goals.
Melalui kemitraan dengan universitas bereputasi global seperti UPM, FSTeM UB terus mengarahkan internasionalisasi pada luaran yang nyata dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kualitas mata kuliah, penelitian bersama, publikasi internasional, mobilitas mahasiswa, hingga pengembangan supervisi lintas negara.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































