BACAMALANG.COM – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan menurun dan menikung kawasan Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (9/9/2026) malam. Sebuah truk bermuatan bibit tebu terjun ke Sungai Brantas setelah menabrak pembatas jalan.
Peristiwa tersebut sempat terekam kamera warga dan videonya beredar luas di media sosial. Meski kecelakaan cukup parah, pengemudi dan kernet truk berhasil diselamatkan. Keduanya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, kecelakaan bermula ketika truk Mitsubishi bernopol AG 8204 UV melaju dari arah Kepanjen menuju Gondanglegi.
Truk yang dikemudikan Danang Setiawan (37), warga Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tersebut membawa kernet bernama Purnawan (43), yang juga merupakan warga Kecamatan Wates.
Saat melintasi ruas jalan yang menurun dan menikung ke kiri, kendaraan diduga mengalami hilang kendali. Truk kemudian menabrak pembatas jalan hingga akhirnya terjun ke Sungai Brantas.
“Penyebab kecelakaan out of control. Pengemudi tidak dapat menguasai kemudi saat jalan menurun dan menabrak pembatas jalan. Untuk pengemudi dan penumpang selamat, hanya mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Kanjuruhan,” ujar Chelvin.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi. Mereka memberikan pertolongan sekaligus melaporkan kejadian kepada Unit Lakalantas Polres Malang.
Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi terhadap kedua korban.
“Anggota kami langsung datang ke TKP untuk kemudian melakukan penyelidikan, sekaligus membawa pengemudi dan penumpang truk ke rumah sakit,” katanya.
Selain menyebabkan dua orang terluka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan truk mengalami kerusakan. Proses evakuasi kendaraan berlangsung hingga Kamis (10/9/2026) pagi.
“Untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami evakuasi, saat ini diamankan sebagai barang bukti,” jelas Chelvin.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi juga menemukan pengemudi tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ketika kecelakaan terjadi.
Kasus tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan Satlantas Polres Malang.
Polisi mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di ruas jalan dengan karakteristik menurun dan menikung, terlebih pada malam hari maupun ketika membawa kendaraan dengan muatan berat.
“Kecelakaan ini menjadi perhatian karena lokasi kejadian berada di ruas jalan dengan kondisi menurun dan menikung. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada malam hari dan membawa muatan berat,” tegasnya.
Terekam Video Warga, Proses Evakuasi Berlangsung Mencekam
Kecelakaan tersebut menjadi perhatian warga setelah sejumlah video yang merekam proses evakuasi beredar di media sosial, termasuk Instagram dan Facebook.
Dalam rekaman video, terlihat truk berada di tengah aliran Sungai Brantas dalam kondisi malam yang gelap. Arus sungai yang cukup deras membuat proses penyelamatan pengemudi dan kernet berlangsung menegangkan.
Puluhan warga terlihat berkumpul di kedua sisi sungai. Sebagian menyaksikan proses evakuasi dari tepian, sementara warga lainnya mengabadikan kejadian tersebut menggunakan telepon seluler.
Sejumlah personel penyelamat tampak turun mendekati truk untuk mengevakuasi kedua korban dari dalam kabin.
Dalam salah satu video, pengemudi yang mengenakan kaus berwarna biru terlihat masih berada di dalam kabin. Kondisinya tampak kesakitan karena bagian kakinya terjepit di sekitar kemudi.
Dalam situasi tersebut, korban terlihat beberapa kali memukul bagian dashboard truk sembari menahan rasa sakit dan menunggu pertolongan.
“Duh saknoe, kejepit rekk. Sikile onok nang ndukure setir trek,” celetuk seorang warga yang merekam proses evakuasi.
Sementara itu, sejumlah personel penyelamat terus berupaya mengeluarkan korban dari dalam kabin. Mereka bekerja dari sisi kiri truk dengan kondisi medan yang cukup sulit akibat posisi kendaraan berada di tengah sungai.
Pada rekaman lainnya, terlihat sekitar lima personel berjibaku melakukan evakuasi menggunakan tandu.
Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam kabin, korban kemudian ditempatkan di atas tandu untuk dibawa menuju tempat yang lebih aman.
Para personel yang mengenakan seragam oranye dan perlengkapan pelindung air tampak berhati-hati saat membawa korban keluar dari area sungai. Lampu darurat yang terpasang pada perlengkapan mereka membantu menerangi proses evakuasi di tengah gelapnya malam.
Beruntung, meski kecelakaan tersebut cukup tragis dan proses evakuasi berlangsung dramatis, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































