BACAMALANG.COM — Lebih dari 1.200 mahasiswa baru Universitas Widya Gama (UWG) Malang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, SH., MHum., di Hall Widya Graha, Kampus 2 UWG Malang, Jalan Borobudur 35, Kota Malang, Minggu (13/9/2026).
Mengusung tema “Membentuk Generasi Unggul yang Beradab, Adaptif, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”, PKKMB UWG tahun ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu awal pembentukan mahasiswa yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Ketua Pelaksana PKKMB UWG Malang, Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, SE., MSi., Ak., CMA, mengatakan jumlah mahasiswa baru yang diterima tahun ini telah melampaui target.
“Target 1.200 mahasiswa baru dilampaui,” ujarnya saat menyampaikan laporan pembukaan PKKMB.
Ana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satunya Wakil Ketua Kadin Indonesia sekaligus Ketua Japnas, Widianto Saputro, yang merupakan alumni UWG Malang dan hadir sebagai pengisi stadium general.
PKKMB UWG Malang berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 September 2026.
Ana meminta mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kemampuan, membangun jejaring, serta aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus.
“Sekarang saatnya saudara membuktikan bahwa pilihan Anda di UWG adalah pilihan yang tepat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani kehidupan perkuliahan secara pasif.
“Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang. Jadilah mahasiswa yang produktif, aktif dan berprestasi. Jadilah generasi unggulan yang beradab,” pesannya.
UWG Masuk 81 Kampus Terbaik di Indonesia
Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, SH., MHum., secara resmi membuka PKKMB Tahun Akademik 2026/2027.
Dalam sambutannya, Anwar mengapresiasi kehadiran Widianto Saputro yang datang dari Merauke untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.
“Terima kasih kepada Bapak Widianto Saputro, jauh dari Merauke hadir di UWG Malang untuk memberikan semangat kepada mahasiswa baru,” ungkapnya.
Anwar juga memperkenalkan sejumlah kekuatan akademik yang dimiliki UWG Malang. Menurutnya, UWG memiliki sejumlah profesor dan saat ini terdapat dosen yang tengah dalam proses menuju profesor di bidang Artificial Intelligence (AI), yakni Fitri Marisa.
Ia menyebut keberadaan mahasiswa baru dari berbagai daerah, termasuk Zudan dan Timor-Leste, menjadi gambaran semakin luasnya kepercayaan masyarakat terhadap UWG sebagai perguruan tinggi pilihan.
“Mahasiswa baru harus menjadi lompatan menjadi orang hebat,” pesan Anwar.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar menyampaikan bahwa UWG Malang masuk dalam 81 kampus terbaik di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi mahasiswa baru untuk menjalani pendidikan dengan penuh optimisme dan kesungguhan.
“Artinya UWG benar menjadi kampus yang akan menghantarkan Anda menjadi orang sukses,” terangnya.
Anwar juga menyinggung sejarah panjang UWG Malang sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah lama berdiri di Kota Malang. Ia menyebut UWG sebagai kampus tertua di Malang serta mengingatkan kiprahnya dalam dinamika demokrasi pada 1998.
Menurutnya, banyak alumni UWG yang kini menempati posisi strategis di pemerintahan maupun berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Bukan Sekadar Pintar, Mahasiswa UWG Harus Beradab
Nilai karakter menjadi salah satu pesan utama dalam pembukaan PKKMB UWG 2026.
Anwar menegaskan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan integritas. Kemampuan intelektual tanpa karakter dan moral, menurutnya, dapat kehilangan arah.
Fenomena orang berpendidikan tinggi yang kemudian terjerumus dalam praktik korupsi menjadi salah satu pengingat bahwa pendidikan karakter memiliki posisi penting di perguruan tinggi.
Karena itu, UWG berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga jujur, amanah, berakhlak, memiliki etika dan integritas.
Nilai “beradab” yang diangkat dalam tema PKKMB diharapkan menjadi karakter mahasiswa ketika kelak memasuki dunia kerja, menjadi birokrat, pemimpin lembaga, profesional maupun pelaku usaha.
Sementara nilai “adaptif” menjadi penegasan kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Hadapi Era AI Tanpa Kehilangan Nilai Kemanusiaan
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu tantangan yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan mahasiswa saat ini.
UWG Malang mendorong mahasiswa untuk memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, bukan justru menghindarinya.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, memahami manfaat sekaligus risikonya, serta tetap menjunjung tinggi etika dan nilai kemanusiaan.
Di tengah perubahan dunia pendidikan dan profesional yang berlangsung cepat, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, objektif, konstruktif, terbuka dan mampu berkolaborasi.
Kemampuan digital juga harus berjalan bersama dengan tanggung jawab sosial.
Kampus Berdampak, Mahasiswa Harus Memberi Kontribusi
Konsep Kampus Berdampak juga menjadi bagian penting dari arah pendidikan UWG Malang.
Perguruan tinggi tidak hanya dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan dan ijazah, tetapi juga sebagai ruang untuk mengubah ilmu menjadi solusi bagi persoalan nyata di tengah masyarakat.
Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, kewirausahaan, organisasi kemahasiswaan, kompetisi, inovasi, hingga berbagai proyek kolaboratif.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan bersama pemerintah, dunia usaha, dunia industri, komunitas maupun masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari nilai akademik dan gelar, tetapi juga dari kemampuan membangun jejaring, kepemimpinan, kreativitas, kolaborasi serta kontribusi sosial.
Dari Siswa Menjadi Mahasiswa
Memasuki dunia perguruan tinggi berarti mahasiswa mengalami perubahan besar, dari status siswa menjadi mahasiswa.
Perubahan tersebut harus diikuti dengan perubahan pola pikir dan sikap.
Mahasiswa dituntut lebih mandiri, mampu mengambil keputusan, bertanggung jawab terhadap pilihan, serta memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses pendidikan.
Melalui PKKMB, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem perkuliahan, fasilitas kampus, kehidupan akademik serta berbagai aktivitas kemahasiswaan yang dapat membantu proses adaptasi.
PKKMB 2026 juga menjadi momentum untuk mengingatkan mahasiswa bahwa perjalanan mereka di perguruan tinggi memiliki kaitan erat dengan tantangan Indonesia menuju 2045.
Perguruan tinggi menjadi ruang pembentukan cara berpikir, karakter, kompetensi, jejaring, kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
YPPI Widya Gama Tekankan Nilai Pancasila
Wakil Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Widya Gama Malang (YPPIWM), Dr. Djoko Imbawani Atmaja, SH., MHum., turut memberikan pesan kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut sejalan dengan komitmen UWG untuk membentuk mahasiswa yang beradab dan berakhlak mulia.
Mahasiswa diharapkan tetap menjunjung tinggi moral dan integritas ketika kelak menjadi birokrat, pimpinan lembaga, profesional maupun pelaku usaha.
YPPI Widya Gama Malang pun menyatakan dukungannya terhadap UWG dalam membentuk generasi unggul yang beradab dan adaptif menuju Indonesia Emas 2045.
Alumni Jadi Inspirasi Mahasiswa Baru
Usai prosesi pembukaan, rangkaian PKKMB dilanjutkan dengan stadium general yang menghadirkan Widianto Saputro, Wakil Ketua Kadin Indonesia sekaligus alumni UWG Malang.
Kehadiran alumni yang telah berkiprah di tingkat nasional tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa baru untuk mulai membangun kompetensi, karakter dan jejaring sejak berada di bangku kuliah.
Pada akhir prosesi pembukaan, Rektor UWG Malang secara simbolis menyematkan atribut PKKMB kepada mahasiswa baru. Penyematan tersebut menjadi tanda dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Widya Gama Malang.
PKKMB UWG 2026 akan berlangsung hingga 16 September 2026.
Lebih dari sekadar mengenalkan kampus, PKKMB tahun ini menjadi momentum menanamkan kesadaran kepada mahasiswa baru bahwa mereka merupakan bagian dari generasi yang akan turut menentukan wajah Indonesia menuju 2045.
Dari kampus mereka ditempa, dari ilmu mereka berdaya, dan dari karakter mereka diharapkan menjadi generasi yang berdampak.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































