BACAMALANG.COM – Kepedulian terhadap warga lanjut usia kembali ditunjukkan Komunitas Lawang Netizen. Kali ini, mereka membantu Mbok Juana, seorang lansia penjual jamu keliling, yang tengah kesulitan membayar sisa pinjaman kepada koperasi simpan pinjam.
Momen tersebut terjadi di Jalan Dr. Cipto, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Saat itu, Mbok Juana didatangi petugas penagihan karena masih memiliki tunggakan sebesar Rp260 ribu.
Bagi sebagian orang, nominal tersebut mungkin tidak terlalu besar. Namun bagi pedagang kecil yang harus membagi penghasilan untuk modal berjualan sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari, angka tersebut cukup berat.
Pembayaran cicilan Mbok Juana bahkan sempat tersendat selama beberapa pekan. Melihat kondisi tersebut, Lawang Netizen kemudian turun tangan dan melunasi seluruh sisa pinjamannya.
Koordinator Lawang Netizen, Bastian Nova Pratama, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lansia yang masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Ia juga meminta petugas penagihan untuk memberikan informasi apabila menemukan lansia lain yang hidup sendiri dan menghadapi persoalan serupa.
“Kalau ada lansia lain yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan, silakan diinformasikan. Kami akan berupaya membantu,” ujar Bastian.
Mbok Juana diketahui terpaksa mengakses pinjaman melalui bank keliling atau yang dikenal masyarakat sebagai bank titil maupun bank plecit. Jalur tersebut dianggap lebih mudah dan cepat dibandingkan mengakses pinjaman dari lembaga keuangan formal.
Namun, kemudahan itu juga diikuti konsekuensi berupa potongan di awal serta kewajiban membayar cicilan setiap hari.
Kondisi tersebut menunjukkan persoalan yang kerap dihadapi pedagang kecil. Modal diperoleh dari pinjaman, hasil berdagang digunakan untuk membayar cicilan, sementara ketika pendapatan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga, pinjaman baru kembali menjadi pilihan.
Putus Siklus Utang Lansia
Aksi membantu Mbok Juana merupakan bagian dari Program Tutup Utang Riba (TURI) untuk Lansia Mandiri yang digagas Lawang Netizen.
Program tersebut membawa semangat “Bergerak Bersama Untuk Sesama” dengan tagline “Mereka Masih Berjuang, Kita Hadir Meringankan.”
Bastian menjelaskan, program TURI memiliki tiga langkah utama, yakni melunasi tanggungan, mendampingi agar tetap mandiri, serta berupaya memutus ketergantungan terhadap pinjaman berbunga.
“Program ini membantu mengembalikan ruang bernapas bagi para lansia yang terjerat utang berbunga atau riba,” kata Bastian kepada BACAMALANG.COM, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pemberi pinjaman juga diharapkan lebih bijak dalam memberikan pinjaman, terutama kepada warga lanjut usia, dengan mempertimbangkan kemampuan mereka dalam membayar cicilan.
Di sisi lain, setelah tanggungannya dilunasi, para lansia diharapkan tidak kembali mengambil pinjaman serupa.
Mereka didorong untuk terus menjalankan usaha secara mandiri dan mengelola hasilnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempertahankan modal usaha.
Bagi Lawang Netizen, membantu bukan sekadar membayar utang. Lebih jauh, aksi tersebut diharapkan menjadi jalan agar para lansia tetap dapat menjalani kehidupan dengan usaha dan penghasilan yang mereka miliki sendiri.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































