Kisah Wyona Anyaci, Dari Balet, Menemukan Jalan di Ring Muay Thai - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 29 Sep 2026 16:15 WIB ·

Kisah Wyona Anyaci, Dari Balet, Menemukan Jalan di Ring Muay Thai


 Wyona Anyaci Yefriadi, atlet Muaythai asal Kota Malang saat eksibisi menjelang Malang Super Fight #27, Minggu (27/9/2026). (Nedi Putra AW) Perbesar

Wyona Anyaci Yefriadi, atlet Muaythai asal Kota Malang saat eksibisi menjelang Malang Super Fight #27, Minggu (27/9/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Saat ini, olahraga bela diri semakin diminati kaum hawa, bahkan dari kalangan generasi Z. Salah satunya adalah Wyona Anyaci Yefriadi. Di usia yang baru menginjak 16 tahun, atlet Muay Thai asal Kota Malang telah memiliki perjalanan panjang di dunia olahraga bela diri. Wyona bersiap kembali merasakan atmosfer pertarungan dalam ajang Malang Super Fight (MSF) ke-27 pada November 2026 mendatang.

Menariknya, perjalanan Wyona di atas ring justru bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Sebelum mengenal dunia Muay Thai, siswi kelas 2 SMA Katolik Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang itu lebih dulu menekuni seni tari balet.

Di tengah padatnya aktivitas akademis dan organisasi sekolah, ia berusaha, membuktikan komitmennya sebagai atlet bela diri Muay Thai yang berprestasi.

Ketertarikannya terhadap olahraga bela diri muncul ketika pandemi Covid-19. Saat itu, ia mencari kesibukan melalui olahraga setelah keluarganya kehilangan sang ayah.

“Jujur awalnya saya sama sekali tidak ada ketertarikan untuk Muay Thai maupun boxing, bahkan tidak tahu bedanya. Awalnya saya balet,” papar anya, sapaan akrab Wyona.

Ia kemudian mulai mengenal Muaythai dan berlatih di sanggar Nak Muay, milik sang paman yang berkolaborasi dengan ibunya.

“Tapi karena saat Covid keluarga berduka setelah bapak tidak ada, saya mencari kesibukan lewat olahraga,” ungkapnya.

Dari awalnya sekadar mencari aktivitas untuk menjaga kebugaran itulah, Wyona justru menemukan passion baru. Dunia olahraga bela diri perlahan membawanya serius menekuni Muaythai.

Anya mengawali kecintaannya pada Muay Thai sejak duduk di kelas 5 SD.. Berawal dari keinginan mencari kegiatan fisik di luar jam sekolah, ia mulai berlatih di kamp Nak Muay yang dikelola oleh sang paman, Rudi Kurniawan

Meski harus membagi waktu antara jadwal belajar yang ketat di sekolah dan sesi latihan harian yang padat, Anya terus menunjukkan dedikasinya. Keterlibatannya dalam ajang kejuaraan seperti Fight for Glory hingga berbagai kompetisi daerah menjadi bukti konsistensi serta ketangguhan mentalnya di atas ring.

Sejak saat itu, perjalanan prestasinya terus berkembang. Wyona kemudian dipercaya memperkuat Kota Malang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Wyona Anyaci Yefriadi, atlet Muaythai asal Kota Malang bersama ibunda, Minggu (27/9/2026). (Nedi Putra AW)

“Waktu SMP jujur sangat struggle. Latihan hampir setiap hari untuk Porprov. Harus belajar sampai larut malam untuk ulangan dan menahan badan sakit-sakit, itu konsekuensi yang harus saya terima,” jelas Anya.

Namun alumni SD Taman Harapan dan SMPK Kosayu tersebut mengaku bahwa pengalaman itu membentuk kedisiplinan sekaligus mentalnya sebagai atlet muda. Ia juga merasa antusias kembali turun di nomor pertarungan pada Malang Super Fight ke-27 mendatang.

“Saya kangen ada di ring pertarungan langsung, karena sebelumnya lebih banyak di nomor seni, jadi sudah lumayan lama tidak fight,” tuturnya.

Pada MSF #27, Anya dijadwalkan menghadapi petarung sesama Malang. Meski demikian, ia tetap mempersiapkan mental dan fisiknya secara optimal menghadapi pertandingan. Ajang tinju legendaris Malang Super Fight (MSF) kembali naik ring pada November 2026, yang hadir melalui kolaborasi Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya dan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang.

Pengalaman pahit seperti cedera fisik maupun kegagalan di masa lalu tidak membuat Anya patah semangat. Dengan dukungan penuh dari sang ibu dan keluarga, Anya terus melangkah maju dengan prinsip pantang menyerah. Ia memandang Muay Thai sebagai fondasi pembentukan karakter dan pendamping positif bagi cita-cita utamanya di masa depan.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

121 Siswa SMP Kristen Petra Kediri Belajar Kultur Jaringan di FSTeM UB

29 September 2026 - 16:31 WIB

Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila di UNIRA Malang, Peran Mahasiswa Dinilai Krusial

29 September 2026 - 15:11 WIB

Hendak Mendahului, Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk di Rogonoto Singosari

29 September 2026 - 13:10 WIB

HUT ke-24 Propam Polri, Propam Polres Malang Pererat Kemitraan dengan Insan Pers

29 September 2026 - 13:05 WIB

Bantu Murid Gali Potensi dan Tumbuhkan Karakter, 66 Guru SD Dibekali 7 Jurus BK Hebat

29 September 2026 - 07:51 WIB

Diduga Jadi Korban Gendam, Motor BeAT Warga Lawang Dibawa Kabur Pasutri

29 September 2026 - 05:41 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !