BACAMALANG.COM – Kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan disuarakan melalui perpaduan diskusi dan seni pertunjukan oleh Komunitas Padhange Ati di Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan yang digelar di salah satu lokasi wisata tersebut melibatkan sejumlah komunitas dan warga sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan forum diskusi yang membahas persoalan kebakaran hutan, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan drama teatrikal. Melalui medium seni, para peserta menyampaikan kritik terhadap kerusakan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Pesan-pesan lingkungan disampaikan melalui poster, simbol budaya, serta berbagai ekspresi teatrikal. Isu yang diangkat mencakup kebakaran hutan, kerusakan ekosistem, pencemaran udara akibat asap, hingga ancaman bencana ekologis yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Penyair Jalanan sekaligus kreator teatrikal, Aziz, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan nasib masyarakat yang terdampak karhutla.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa kebakaran hutan bukan hanya soal asap, tapi soal masa depan lingkungan dan masyarakat. Jadi, semua pihak harus lebih peduli menjaga hutan,” ujar Aziz, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, seni dapat menjadi medium untuk menyampaikan kritik sosial sekaligus membangun kesadaran publik terhadap persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Padhange Ati berharap kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam semakin tumbuh. Selain itu, pemerintah diharapkan semakin serius dan sigap dalam melakukan upaya pencegahan serta penanganan karhutla, sehingga dampak kerusakan lingkungan dan penderitaan masyarakat dapat diminimalkan.
Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh elemen bangsa.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































