BACAMALANG.COM – Kondisi bangunan yang sebelumnya memprihatinkan kini berubah. Tiga ruang kelas di SMP Katolik (SMPK) St. Antonius, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, telah selesai direhabilitasi berkat bantuan dana sebesar Rp300 juta dari Ahmad Basarah bersama Saifuddin Zuhri dan tim PDI Perjuangan.
Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi pihak sekolah dan Yayasan Carmel. Sebelumnya, sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Saifuddin Zuhri, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berawal dari kegiatan reses di wilayah Malang Selatan, tepatnya di Kecamatan Kalipare.
Dalam kegiatan itu, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk mengenai kondisi bangunan SMPK St. Antonius yang dinilai sudah tidak layak digunakan. Bahkan, bagian atap sekolah dilaporkan mengalami kerusakan serius dan dikhawatirkan roboh.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, bantuan melalui program Ruang Kelas Baru (RKB) diberikan untuk mendukung rehabilitasi fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.
“Melalui program ini, kami berharap para siswa dan siswi dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik, sehingga semangat belajar dan prestasi mereka semakin meningkat,” ujar Saifuddin Zuhri.
Kepala SMPK St. Antonius Kalipare, Yulius Sutrisno, mengatakan dana bantuan tersebut dikelola secara swakelola untuk merehabilitasi sekaligus membenahi fasilitas gedung sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.
Ia menyebut, sebelum dilakukan perbaikan, kondisi bangunan membutuhkan perhatian serius. Sejumlah pintu rusak, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan akibat rayap, sementara plafon terlihat melengkung.
Kini, tiga ruang kelas yang digunakan siswa kelas VIII dan IX telah selesai diperbaiki dan siap dimanfaatkan kembali untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Gedung yang dulu sudah tidak layak pakai, sekarang alhamdulillah sudah layak pakai. Kami berharap dengan kondisi kelas yang semakin baik ini dapat menambah semangat anak-anak dalam menuntut ilmu,” ungkap Yulius.
Perbaikan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.
Atas bantuan tersebut, pihak sekolah bersama Yayasan Carmel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ahmad Basarah, Saifuddin Zuhri, serta seluruh tim yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan di wilayah Kalipare.
Bantuan ini dinilai menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi para siswa di SMPK St. Antonius, Arjowilangun, agar dapat belajar dengan fasilitas yang lebih memadai.
Pewarta/Editor: Imam Muchlis




















































