BACAMALANG.COM – Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam kunjungan Tim Penilai Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di Pendopo Kecamatan Pakisaji, Selasa (27/10/2026).
Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, S.STP., M.AP. Kegiatan ini merupakan bagian dari verifikasi lapangan Kencana Award 2026 untuk mengukur kesiapan wilayah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Penilaian mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapsiagaan masyarakat, koordinasi lintas sektor, hingga sinergi antarpemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan bencana.
Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, mengatakan penilaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat.
“Melalui penilaian Kencana ini kami ingin memastikan kesiapsiagaan di Kecamatan Pakisaji semakin kuat, sehingga masyarakat lebih terlindungi saat potensi bencana terjadi,” ujarnya.
Ia berharap, melalui evaluasi tersebut, seluruh unsur terkait semakin siap dalam melakukan langkah pencegahan, merespons kondisi darurat, serta meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Pakisaji Raih Nilai Tertinggi
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mengumumkan hasil verifikasi administrasi Tahap I Kencana Award 2026 melalui Surat Nomor 300.2.3/1856/35.07.407/2026.
Dalam tahapan tersebut, penilaian meliputi lima indikator utama, yakni tata kelola dan kelembagaan, pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan dan peringatan dini, respons dan kapasitas penanganan, serta partisipasi dan inovasi masyarakat.
Hasilnya, sebanyak 10 kecamatan dinyatakan lolos seleksi dengan status Kencana Pratama dan berhak melanjutkan ke tahap verifikasi lapangan.
Kecamatan Pakisaji menempati posisi teratas dengan nilai 90. Berikutnya, Ampelgading dan Bululawang masing-masing memperoleh nilai 87.
Sementara itu, Poncokusumo dan Kromengan sama-sama meraih nilai 77, disusul Lawang dengan nilai 76. Ngantang memperoleh nilai 66, sedangkan Wonosari dan Tirtoyudo masing-masing mengantongi nilai 65. Kecamatan Pakis melengkapi daftar tersebut dengan nilai 63.
Verifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi dan kondisi nyata di wilayah masing-masing.
Bagi Kecamatan Pakisaji, capaian nilai tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kebencanaan. Namun, upaya membangun kecamatan tangguh bencana tidak berhenti pada penilaian, melainkan harus diwujudkan melalui kesiapan aparatur, keterlibatan masyarakat, serta koordinasi yang berkelanjutan dalam menghadapi potensi bencana.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Imam Muchlis




















































