Soroti Karhutla hingga Tragedi Kanjuruhan, Massa Aksi di Kota Malang Teriakkan Tuntutan Keadilan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 28 Okt 2026 19:10 WIB ·

Soroti Karhutla hingga Tragedi Kanjuruhan, Massa Aksi di Kota Malang Teriakkan Tuntutan Keadilan


 Aksi demo di Bundaran Tugu Malang. (ist) Perbesar

Aksi demo di Bundaran Tugu Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD dan Kantor Pemerintah Kota Malang, Rabu (28/10/2026) sore. Di tengah guyuran hujan deras, massa menyuarakan kritik terhadap pemerintah, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga tuntutan keadilan atas Tragedi Kanjuruhan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu menjadi panggung bagi beragam keresahan masyarakat. Massa membawa poster berisi kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sekaligus mendesak pemerintah lebih serius menangani persoalan lingkungan dan memperjuangkan hak-hak masyarakat.

“Bubarkan rezim pembakar hutan kami!” seru salah satu orator di hadapan massa aksi.

Orator lainnya menyoroti penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia yang dinilai belum memadai. Mereka juga mengkritik ekspansi industri yang dianggap berpotensi mengorbankan kelestarian lingkungan dan hak ekologis masyarakat.

Dalam tuntutannya, massa mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional untuk karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Desakan tersebut disuarakan sebagai bentuk tuntutan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan secara lebih serius, terkoordinasi, dan berpihak pada keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Tragedi Kanjuruhan Kembali Disuarakan

Selain persoalan lingkungan, Tragedi Kanjuruhan turut menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam demonstrasi tersebut. Massa mengingatkan kembali tragedi yang merenggut 135 nyawa itu melalui nyanyian bersama yang menggema di lokasi aksi.

“135 itu bukan angka, 135 itu korban jiwa. Arek-arek Malang, kalian tak sendiri. Arek-arek Malang, kalian tak sendiri,” nyanyi massa aksi secara serentak.

Seruan tersebut menjadi simbol solidaritas kepada para korban, keluarga korban, dan masyarakat Malang yang masih membawa ingatan atas tragedi sepak bola pada 1 Oktober 2022 tersebut.

Seorang orator juga menegaskan bahwa persoalan Kanjuruhan tidak boleh dilupakan. Ia mengajak masyarakat, khususnya Arek-arek Malang, untuk terus menyuarakan kepedulian terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Kehadiran isu Kanjuruhan dalam demonstrasi ini memperlihatkan bahwa tuntutan massa tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keadilan, tanggung jawab, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat.

Momentum Menentukan Keberpihakan

Salah satu koordinator aksi menyebut demonstrasi tersebut sebagai momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan keresahan sekaligus menentukan sikap terhadap arah pemerintahan.

“Hari ini adalah momentum. Setelah dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, banyak masalah di negeri ini. Hari ini Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, kami sudah muak, kami akan menentukan keberpihakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi tersebut melibatkan berbagai sektor masyarakat yang berkumpul untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi.

Di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Malang, massa tetap menyampaikan tuntutan mereka. Suara penolakan terhadap kerusakan lingkungan berpadu dengan nyanyian solidaritas untuk korban Tragedi Kanjuruhan.

Bagi massa aksi, persoalan karhutla dan Tragedi Kanjuruhan menjadi pengingat bahwa keselamatan warga, perlindungan lingkungan, serta penegakan keadilan merupakan persoalan yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Pewarta/Editor: Imam Muchlis

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Malang Dorong Generasi Muda Berprestasi dan Berdaya Saing

28 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Karangploso dan Klinik Medika Sehati Jemput Bola, Warga Tawangargo Dapat Layanan Kesehatan Gratis

28 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Jaga Kondusivitas Kota, 830 Personel Gabungan Amankan Aksi Rakyat Bangkit Bersatu

28 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Wali Kota Wahyu Dorong Pesantren Ramah Santri, Perkuat Komitmen Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan

28 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Satukan Semangat Sumpah Pemuda dan SDGs, UMM Kolaborasikan Ratusan Mahasiswa di ADIYC 2026

28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Puntung Rokok Picu Kebakaran TPA Supit Urang, Polisi Tetapkan Warga Wagir sebagai Tersangka

28 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !