BACAMALANG.COM – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Malang menjadi perhatian Polresta Malang Kota. Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, kepolisian meningkatkan pemantauan di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan Pertamina terkait pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), terutama Pertalite.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pertamina guna membahas kondisi distribusi BBM yang belakangan menjadi sorotan masyarakat.
Koordinasi dengan Pertamina wilayah Malang tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan pasokan sekaligus memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
“Semalam kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina wilayah Malang. Informasi yang kami terima, distribusi BBM untuk Kota Malang sudah ditambah dari alokasi rutin. Kami juga terus melakukan pemantauan di lapangan,” ujar Danang, Jumat (16/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan Danang saat ditemui wartawan seusai kegiatan penanaman pohon di Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Menurutnya, antrean kendaraan yang terjadi di beberapa SPBU diduga dipengaruhi meningkatnya jumlah konsumen yang membeli BBM dalam waktu bersamaan. Karena itu, situasi di lapangan terus dipantau untuk mengetahui perkembangan antrean dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Pemantauan bahkan dilakukan dengan mendatangi sejumlah SPBU sejak pagi hari. Selain memantau ketersediaan BBM, langkah tersebut juga bertujuan menjaga ketertiban antrean dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.
“Kami bersama tim terus bergerak melakukan pemantauan, termasuk pagi tadi ke sejumlah SPBU. Mudah-mudahan kondisi ini segera teratasi. Koordinasi dengan Pertamina juga terus kami lakukan untuk memantau pasokan dan distribusi BBM di Kota Malang,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian dari Pertamina, pasokan BBM di wilayah Kota Malang untuk sementara dilaporkan dalam kondisi aman. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kendala distribusi maupun potensi gangguan di lapangan.
Danang mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tertib saat mengantre di SPBU. Pengendara juga diminta mempertimbangkan SPBU alternatif apabila antrean di lokasi yang dituju terlalu panjang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan dan kondusivitas. Jika antrean di satu SPBU terlalu panjang, masyarakat bisa mempertimbangkan SPBU lain yang antreannya lebih longgar,” tegasnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, Polresta Malang Kota turut mengawasi kemungkinan adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi.
Danang menyebut Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota telah melakukan pemantauan dan pengawasan. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, kepolisian akan menindaklanjutinya melalui pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kalau ditemukan penimbunan atau praktik yang menyimpang, tentu akan kami cek dan tindak sesuai aturan. Kami berharap tidak ada praktik seperti itu, terutama yang berkaitan dengan distribusi BBM bersubsidi,” ungkapnya.
Untuk memperkuat pengawasan, masyarakat juga diminta berperan aktif dengan melaporkan apabila mengetahui dugaan penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan kepolisian 110, aplikasi AYO Jogo Malang, maupun dengan mendatangi kantor kepolisian terdekat.
Polresta Malang Kota menegaskan pemantauan lapangan dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna menjaga distribusi BBM tetap lancar, mencegah penyimpangan, serta mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































