Achmad Fajrul, Generasi Muda yang Meneruskan Perjuangan Konservasi Sang Ayah - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 1 Nov 2026 11:37 WIB ·

Achmad Fajrul, Generasi Muda yang Meneruskan Perjuangan Konservasi Sang Ayah


 Achmad Fajrul Falah, mewakili Sahabat Alam Indonesia (SALAM), menerima penghargaan Pemuda Pelopor Lingkungan Berkelanjutan dari Bupati Malang dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. (ist) Perbesar

Achmad Fajrul Falah, mewakili Sahabat Alam Indonesia (SALAM), menerima penghargaan Pemuda Pelopor Lingkungan Berkelanjutan dari Bupati Malang dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. (ist)

BACAMALANG.COM – Semangat menjaga kelestarian lingkungan di pesisir selatan Kabupaten Malang terus diwariskan lintas generasi. Kisah inspiratif itu datang dari Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, ketika Achmad Fajrul Falah meneruskan jejak perjuangan sang ayah dalam gerakan konservasi alam.

Pemuda yang mewakili Sahabat Alam Indonesia (SALAM) tersebut menerima penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Lingkungan Berkelanjutan dari Bupati Malang dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Rabu (28/10/2026).

Penghargaan yang diraih menjelang peringatan Hari Ekologi Nasional pada 1 November itu menjadi simbol pentingnya regenerasi pegiat lingkungan. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, prestasi Achmad mencerminkan proses panjang edukasi, keteladanan, dan tumbuhnya kesadaran ekologis di lingkungan keluarga.

Achmad merupakan putra Aral Subagyo, nelayan asal Pantai Kondang Merak yang kini aktif dalam gerakan konservasi bersama SALAM. Perjalanan sang ayah menjadi bagian penting dari kisah tersebut.

Aral pernah berada dalam fase kehidupan yang turut berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Namun, melalui proses panjang, ia mengubah arah langkahnya dan memilih terlibat dalam upaya pelestarian alam. Pengalaman itu kemudian menjadi pelajaran berharga yang membentuk kepedulian Achmad sejak usia dini.

Perjalanan keduanya juga memperlihatkan kesinambungan perjuangan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Pada 2014, Aral Subagyo pernah menerima penghargaan dari Bupati Malang di bidang pembangunan ekonomi dan lingkungan. Dua belas tahun berselang, penghargaan serupa dalam semangat pelestarian lingkungan diraih oleh putranya.

Estafet tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap alam dapat tumbuh melalui keteladanan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kini, Achmad tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang. Latar belakang pendidikannya diharapkan dapat memperkuat upaya menghubungkan gerakan konservasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Baginya, menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan melindungi ekosistem. Upaya tersebut juga perlu diiringi peningkatan kesejahteraan masyarakat agar kelestarian alam dan keberlangsungan ekonomi dapat berjalan beriringan.

“Apresiasi penghargaan ini menjadi amanah dan tanggung jawab moral atas ketimpangan sosial dan lingkungan di sekitar kita. Ini juga menjadi komitmen untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan kawan-kawan pendahulu, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Achmad Fajrul Falah kepada BACAMALANG.COM, Minggu (1/11/2026).

Kisah ayah dan anak dari Kondang Merak tersebut menegaskan bahwa lahirnya generasi pelestari lingkungan tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan pendidikan, pengalaman, keteladanan, serta keterlibatan nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Di tengah bonus demografi, tantangan menjaga alam membutuhkan peran generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga kepekaan sosial dan tanggung jawab ekologis.

Dari pesisir Kondang Merak, perjalanan Aral dan Achmad menyampaikan pesan sederhana: perjuangan menjaga alam tidak boleh berhenti pada satu generasi. Ketika kesadaran diwariskan dan tindakan nyata terus dilanjutkan, harapan untuk menjaga lingkungan tetap lestari akan selalu memiliki penerus.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

MTs Sultan Agung Kalipare Cetak Generasi Kreatif dan Mandiri Lewat Puncak Kokurikuler

1 November 2026 - 13:34 WIB

Singo Play-On Jadi Wadah Komunitas, Kapolresta Malang Kota Dorong Wisata Olahraga

31 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tanam 200 Pohon Buah di Sumber Juwet, Kapolresta Malang Kota Dorong Gerakan Pelestarian Mata Air

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Aremania Jodipaness Konsisten Berbagi Makanan Setiap Jumat, Wujud Kepedulian terhadap Sesama

30 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Seni Jadi Medium Kritik, Padhange Ati Suarakan Ancaman Karhutla

29 Oktober 2026 - 13:39 WIB

SMK Plus Almaarif Singosari Gelar Gelora Baskara: Padukan Literasi, Budaya, dan Keagamaan

29 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !