Musisi Malang Mary Jona Bawa Aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah ke Forum Dunia WCCE 2026 - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 3 Nov 2026 17:45 WIB ·

Musisi Malang Mary Jona Bawa Aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah ke Forum Dunia WCCE 2026


 Yonanda Galuh Puspitasari, S.M. atau Mary Jona, turut menyuarakan aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah di Forum Ekonomi Kreatif Dunia WCCE 2026. (Mary Jona for bacamalang) Perbesar

Yonanda Galuh Puspitasari, S.M. atau Mary Jona, turut menyuarakan aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah di Forum Ekonomi Kreatif Dunia WCCE 2026. (Mary Jona for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Musisi sekaligus penggerak ekosistem kreatif asal Malang, Yonanda Galuh Puspitasari, S.M., yang dikenal dengan nama Mary Jona, turut membawa semangat dan aspirasi pelaku ekonomi kreatif daerah ke panggung internasional melalui ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta.

Mahasiswa Magister Terapan Industri Kreatif Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tersebut hadir bersama jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dalam agenda Suara Ekraf Indonesia: From Voice to Action.

Dalam kesempatan itu, Mary Jona membawakan lagu Tanah Air sebagai simbol semangat kebangsaan sekaligus representasi keberagaman Indonesia. Penampilannya disaksikan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya.

Kehadirannya di forum tersebut sekaligus merepresentasikan peran aktifnya di ICCN sebagai Wakil Direktur Distribusi Daring, Direktorat Media & Communication, Deputi 5 Strategic Partnership, Branding & Creative Economy.

Menurut Mary Jona, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya bertumpu pada potensi individu, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang kuat, kolaboratif, dan berakar pada kekuatan lokal.

“Pengembangan ekonomi kreatif harus bertumpu pada kekuatan komunitas dan potensi lokal. Dari Malang, kita buktikan bahwa ekosistem daerah bisa bersuara sampai ke forum dunia,” ujarnya.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan 10 Manifesto Suara Ekonomi Kreatif Indonesia: Dari Daerah untuk Dunia oleh Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, kepada Menteri Ekonomi Kreatif.

Manifesto tersebut dirumuskan berdasarkan aspirasi dari 277 kota dan kabupaten kreatif yang tersebar di 35 provinsi. Sejumlah isu strategis yang diangkat meliputi inovasi berbasis sumber daya lokal, pembangunan berkelanjutan, pengakuan terhadap pelaku kreatif informal, penguatan peran intermediari, inklusivitas, serta transformasi digital.

Selain itu, manifesto tersebut menyoroti pentingnya penguatan data indeks ekonomi kreatif daerah, dukungan regulasi, sinergi heksaheliks, hingga keterlibatan daerah dalam agenda ekonomi kreatif global.

Bagi Mary Jona, WCCE menjadi ruang strategis untuk mempertemukan praktik kreatif yang berkembang di daerah dengan arah kebijakan nasional. Ia menilai, banyak pelaku kreatif di Malang Raya memiliki karya dan potensi besar, tetapi masih menghadapi tantangan dalam mengakses jejaring, distribusi, dan pasar yang lebih luas.

Pengalamannya membangun NAWAKEWED dan NCreators di Malang menjadi salah satu bekal untuk menyuarakan kebutuhan tersebut. Ekosistem musik independen dan kreator digital lokal, menurutnya, terus berkembang dan memiliki peluang besar untuk bersaing. Namun, keberlanjutan ekosistem itu memerlukan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, akademisi, dan industri.

Keterlibatannya dalam WCCE 2026 juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan dunia akademik dengan praktik industri kreatif. Sebagai mahasiswa magister terapan, ia tengah mengkaji model artist development berbasis ekosistem independen yang dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan musisi daerah.

Melalui jejaring ICCN, Mary Jona berharap aspirasi dari daerah tidak berhenti sebagai gagasan atau wacana, tetapi dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan berpihak pada komunitas.

Di luar aktivitasnya bersama ICCN, Mary Jona dikenal sebagai Founder NAWAKEWED Music Ecosystem, sebuah inisiatif yang berfokus pada pengembangan musisi independen di Malang Raya. Ia juga mendirikan NCreators yang bergerak di bidang influencer marketing dan konten digital.

Selain itu, ia turut menggagas Acting School Malang serta album kompilasi Make Our Home Great Again (MOHGA).

Berbagai kiprah tersebut menjadi bagian dari upayanya memperkuat hubungan antara talenta, komunitas, dan industri. Melalui kolaborasi lintas sektor, ia berharap ekosistem kreatif di Malang Raya semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menciptakan keberlanjutan bagi para pelakunya.

Partisipasi Mary Jona dalam WCCE 2026 menjadi salah satu gambaran bagaimana pelaku kreatif daerah dapat mengambil bagian dalam percakapan ekonomi kreatif di tingkat nasional maupun global, sekaligus membawa perspektif komunitas lokal ke ruang yang lebih luas.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Rayakan Anniversary, Jo Andi Persembahkan Lagu Cinta I’m Happy With You sebagai Kado Istimewa

2 November 2026 - 14:35 WIB

Sri Untari Ajak Gaungkan Kembali Indonesia Raya Tiga Stanza, Bukan Sekadar Lagu tetapi Doa untuk Bangsa

2 November 2026 - 12:25 WIB

Singo Play-On Jadi Panggung Bibit Muda Sepak Bola, Kapolresta Malang Kota Beri Dukungan

1 November 2026 - 22:59 WIB

PS Namoy Satukan Mini Soccer dan Hardcore Punk, Galang Donasi untuk Anak Penyintas Kanker

1 November 2026 - 22:04 WIB

MTs Sultan Agung Kalipare Cetak Generasi Kreatif dan Mandiri Lewat Puncak Kokurikuler

1 November 2026 - 13:34 WIB

Achmad Fajrul, Generasi Muda yang Meneruskan Perjuangan Konservasi Sang Ayah

1 November 2026 - 11:37 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !