BACAMALANG.COM-Calon pendidik juga perlu memiliki keterampilan membina karakter siswa melalui kegiatan di luar pembelajaran formal, karena menjadi guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran dan kemampuan mengajar di ruang kelas. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML) 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 5 November 2026 tersebut diikuti 203 mahasiswa PPG UMM, dengan sistem blended learning, yang memadukan pembelajaran daring dengan praktik secara langsung. Kegiatan luring itu sendiri digelar di kawasan Sengkaling UMM dengan konsep perkemahan pada Selasa (3/11/2026).
Sekretaris Program Studi PPG UMM, Bustanol Arifin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa KMD dan KML menjadi bagian dari pembekalan kompetensi mahasiswa sebelum terjun ke dunia pendidikan. Program ini tidak sekadar berorientasi pada sertifikasi, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjadi pembina Pramuka di sekolah.
“Ketrampilan kepramukaan dapat melengkapi kompetensi pedagogis calon guru. Sebab, seorang pendidik juga memiliki tanggung jawab membangun kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler, dimana
tujuan utamanya adalah melatih kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab mahasiswa. Sehingga setelah lulus, mereka tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan dalam bidang kepramukaan,” jelasnya.
Selama kursus, imbuhnya, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pengelolaan gugus depan, pembinaan Pramuka Siaga, hingga organisasi dan administrasi kepramukaan. Mahasiswa juga dibekali kemampuan menyusun program latihan serta mengelola kegiatan Pramuka sesuai kebutuhan peserta didik.
Pembekalan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam merancang kegiatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui kepramukaan, calon guru diharapkan mampu mengembangkan nilai kemandirian, kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab pada diri siswa.
Bustanol Arifin menambahkan, kemampuan menjadi pembina Pramuka juga menjadi nilai tambah bagi lulusan PPG ketika mengabdikan diri di sekolah. Ia berharap mahasiswa kelak mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi peserta didik.

Salah satu kegiatan dalam Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML) 2026 yang digelar Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (ist)
“Mahasiswa tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk membina Pramuka dan menjadi pembina yang dirindukan oleh siswanya,” tukasnya.
Salah satu peserta, Heru Wardana Yoga, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui rangkaian KMD dan KML 2026. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang kepramukaan, tetapi juga memberikan gambaran praktis mengenai cara membina peserta didik dengan karakteristik berbeda.
Menurutnya, latihan pembinaan Pramuka Siaga menjadi salah satu pengalaman menarik, terutama karena kegiatan tersebut dirancang untuk peserta didik sekolah dasar kelas rendah. Pengalaman itu membantunya memahami pendekatan yang tepat dalam mendampingi anak-anak melalui aktivitas kepramukaan.
“Harapannya, saya bisa menjadi pembina Pramuka yang kompeten dan menerapkan ilmu yang diperoleh di wilayah asal masing-masing,” ungkap dia.
Melalui KMD dan KML 2026, PPG UMM berupaya mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten dalam pembelajaran akademik, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembentukan karakter generasi muda. Dengan begitu, lulusan diharapkan dapat menghadirkan pendidikan yang lebih menyeluruh, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































