Longsor di Jalur Ledokombo–Sempolan, KA Tawangalun Tujuan Malang Terlambat 258 Menit - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 3 Nov 2026 16:32 WIB ·

Longsor di Jalur Ledokombo–Sempolan, KA Tawangalun Tujuan Malang Terlambat 258 Menit


 Petugas KAI Daop 9 Jember melakukan perbaikan jembatan pascalongsor di KM 14+6/7, petak jalan Ledokombo. (ist) Perbesar

Petugas KAI Daop 9 Jember melakukan perbaikan jembatan pascalongsor di KM 14+6/7, petak jalan Ledokombo. (ist)

BACAMALANG.COM – Perjalanan Kereta Api (KA) Tawangalun relasi Ketapang–Malang mengalami keterlambatan hingga 258 menit atau sekitar 4 jam akibat longsoran tanah yang terjadi di Km 14+6/7 petak jalan Ledokombo–Sempolan, wilayah kerja KAI Daop 9 Jember.

Gangguan tersebut berdampak pada operasional perjalanan kereta api yang melintasi jalur tersebut. Penanganan dan pengamanan prasarana pun harus dilakukan untuk memastikan jalur kembali aman dilalui kereta api.

Keterlambatan ini turut berdampak pada pelanggan yang menggunakan layanan KA Tawangalun dari Stasiun Ketapang menuju Stasiun Malang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional, terutama ketika terjadi gangguan pada prasarana perkeretaapian.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Tawangalun akibat longsoran tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Namun, keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh pelanggan merupakan prioritas utama kami, sehingga setiap gangguan prasarana harus ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Mahendro, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya terus berkoordinasi dengan jajaran KAI Daop 9 Jember serta unit terkait untuk memantau perkembangan penanganan longsor di lokasi.

Koordinasi tersebut dilakukan guna mendukung proses penanganan prasarana sekaligus memastikan seluruh langkah operasional berjalan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

KAI juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan kesiapan prasarana, sarana, serta sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi gangguan perjalanan.

Penanganan gangguan secara tepat dan menyeluruh diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional kereta api, sekaligus menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muchlis

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Perkuat Pendidikan Karakter Siswa, PPG UMM Bekali Ratusan Calon Guru Keterampilan Kepramukaan

3 November 2026 - 15:40 WIB

GMNI Kawal Tes Urine DPRD Kabupaten Malang, Desak Digelar Rutin Setiap Tahun

3 November 2026 - 12:45 WIB

Bukan Sekadar Mengawasi, Polisi Jogo Sekolah Polres Batu Jadi Sahabat Para Pelajar

3 November 2026 - 10:53 WIB

Sejumlah Wilayah Malang Diterjang Banjir dan Longsor, Tim Gabungan Bergerak Cepat

3 November 2026 - 10:23 WIB

Polsek Singosari dan Warga Gotong Royong Pulihkan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang

3 November 2026 - 06:24 WIB

Wali Kota Wahyu Hidayat Berangkatkan 336 Atlet ke POPDA-PEPARPEDA Jatim 2026, Kota Malang Bidik 25 Medali Emas

2 November 2026 - 20:57 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !