Buka Lapangan Kerja Saat Pandemi, Ghazaz Buka Kafe NGOCEH - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 19 Jan 2021 13:21 WIB ·

Buka Lapangan Kerja Saat Pandemi, Ghazaz Buka Kafe NGOCEH


 Buka Lapangan Kerja Saat Pandemi, Ghazaz Buka Kafe NGOCEH Perbesar

BACAMALANG.COM – Berniat mulia ingin menolong sesama yang menjadi korban PHK kala pandemi, milenial Kota Malang satu ini, menekuni usaha kuliner berbasis minuman Kopi.

“Saya lihat di masa seperti pandemi Covid sekarang ini, banyak orang kena PHK atau pengurangan pegawai. Itulah alasan mengapa saya membangun usaha sendiri karena saya tahu akan sukses di bidang ini dan bisa memperbanyak lapangan pekerjaan untuk orang lain,” tegas owner Kafe Ngopi Receh (NGOCEH) Ghazaz Aqil Pribadi, Senin (18/1/2021).

Ghazaz menuturkan, dirinya lebih fokus menyuguhkan kuliner minuman aneka kopi.

“Kita lebih mengacu ke kopi yang berbeda di daerah Malang,” papar Ghazaz.

Ia sengaja membuka usaha di lokasi strategis yakni di Jalan Bukit Barisan No 14 Kota Malang.

“Saya senang buka disini tempatnya pas untuk nongkrong anak muda. Kami mulai usaha sejak 4 bulan yang lalu, dengan modal Rp 80 – 120 juta,” terang Ghazaz.

Ia menjelaskan, kelebihannya dari usahanya adalah rasa kopi dan harga terjangkau.

“Kelebihan usaha kami adalah pilihan menu kopi dan non kopi yang rasanya luar biasa dengan harga biasa saja,” papar Ghazaz.

Ia menjelaskan, dirinya merasa prihatin dengan adanya pandemi.

“Pendapat saya tentang pandemi ini sangat disayangkan. Ketika dimana-mana kita seharusnya membangun masa depan, tetapi sekarang fokus untuk bertahan hidup,” tutur Ghazaz.

Ghazaz mengungkapkan, dirinya terpacu untuk bisa memenangkan kompetisi dalam bisnis kuliner yang saat ini lagi marak.

“Untuk saya tantangan usaha ini ya persaingan ketat di bidangnya yaitu perkopian dengan banyaknya saingan diluar sana,” papar Ghazaz.

Ia menjelaskan, dirinya merasa senang karena omzet yang diraup setiap bulan bisa mencukupi untuk operasional tempat usahanya.

“Saya bersyukur, untuk omzet kotor dari sini kurang lebih Rp 25-35 juta per bulan. Saya berharap bisa membuat usaha ini menjadi usaha yang dapat dinikmati banyak orang. Bagi yang pingin info lebih lanjut bisa membuka Instagram @ngoceh.indonesia,” pungkas Ghazaz. (had/zuk)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dari Amanah Wali hingga Panggung Internasional, Surya Manly Perkuat Kiprah Lewat The Rope Curse 4: Kuntilanak

28 Juli 2026 - 09:28 WIB

Tantri Debut Solo Lewat “Ibu Pekerja”, Suarakan Perjuangan dan Cinta Seorang Ibu

27 Juli 2026 - 11:30 WIB

Gebyak Tradisi Pereng Kawi Digelar Perdana, 1.000 Warga Padati Pendopo Kembangkopi

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

“Tak Tersampaikan”, Curahan Hati Bara Nagata tentang Perpisahan yang Datang Tanpa Peringatan

25 Juli 2026 - 10:26 WIB

Gema Panji 2026 Siap Digelar, Disparbud Kabupaten Malang: Perkuat Budaya Lokal dan Bangkitkan Pariwisata

24 Juli 2026 - 18:16 WIB

Lomba Mewarnai dan Menggambar Gema Panji 2026 Tuai Apresiasi Komunitas Seniman Kepanjen

24 Juli 2026 - 07:41 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !