Gabungkan Konsep Museum dan Restoran, RM Inggil Buka di Jalan Zainul Arifin - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 13 Des 2021 12:35 WIB ·

Gabungkan Konsep Museum dan Restoran, RM Inggil Buka di Jalan Zainul Arifin


 Gabungkan Konsep Museum dan Restoran, RM Inggil Buka di Jalan Zainul Arifin Perbesar

BACAMALANG.COM – Menggabungkan konsep museum dan restoran, RM (rumah makan) Inggil buka di Jalan Zainul Arifin Kota Malang.

“Jadi Inggil Resto ini menggunakan konsep tetap, bahkan nanti akan ada pertunjukan tradisional Jawa Timur (Panji), rencana saya akan digelar di lantai dua,” tegas Owner Inggil Resto, Dwi Cahyono, baru-baru ini.

Sebagai informasi, RM Inggil atau Inggil Resto yang dulu berada di Jalan Gajah Mada No.4, Kelurahan Kiduldalem, Kota Malang, kini buka kembali di Jalan Jalan Zainul Arifin, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Di tempat yang baru tersebut, RM Inggil hadir dengan konsep yang sama dengan yang dahulu, yakni menggabungkan museum dan restoran.

Dwi Cahyono mengatakan, di tempat yang baru dibuka pada Jumat (3/12) kemarin ini tetap memajang benda-benda bersejarah yang menceritakan Malang, dan Panji.

Sebab, cerita Panji tersebut merupakan cerita yang terdapat ratusan naskah kuno, motif batik dan sejumlah relief candi serta terkait erat dengan sejarah kerajaan di Jatim.

Dwi menjelaskan, di restoran ini dipajang artefak kuno, dan dokumen bersejarah Kota Malang, dengan tujuan supaya para pengunjung tertarik untuk mempelajari sejarah Malang sambil menunggu pesanannya tersaji.

“Di benda-benda kuno seperti pemutar piringan hitam, mesin ketik, telepon jadul, benda-benda kuno peninggalan Belanda yang menjadi hiasan di sudut-sudut resto ini diberi barcode, supaya wisatawan asing bisa langsung menggunakan aplikasi google translate,” jelasnya.

Dwi menceritakan, kegemaran untuk bergelut dalam dunia budaya tersebut, muncul sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dan kala itu sudah mulai berburu benda-benda bersejarah ini.

“Saya dulu sekolah di SMA 4 Kota Malang, sejak SMA itu saya senang budaya, saya suka budaya dan sejarah, saya merasa tergerak untuk menjaga sejarah yang ada di Kota Malang,” tegasnya.

Dwi menegaskan, untuk menu makanan disini, sama dengan menu yang lama, yakni menu makanan dan minuman khas Jawa, ada puluhan menu. “Disini jujugan travel, menu sama, ada Pecel Terong, Ikan Bakar, dan lain-lain, tapi ada tambahan yaitu Rawon,” pungkasnya. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 181 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Libur Sekolah Makin Seru, Mikutopia Hadirkan Journey of Wonderland dengan Parade Budaya Spektakuler

23 Juni 2026 - 17:29 WIB

Grand Whiz Hotel Trawas Hadirkan “Haven June Staycation”, Kombinasi Pegunungan Asri, Fasilitas Ramah Keluarga, dan Aktivitas Anak yang Menarik

18 Juni 2026 - 20:20 WIB

Taste of Asia, Promo All You Can Eat Persembahan Atria Hotel Malang di Akhir Pekan

11 Juni 2026 - 15:57 WIB

Lan Hua Chinese Restaurant Malang Sajikan Dragon Boat Family Set, Hadirkan Momen Bersantap Intim Bertiga

9 Juni 2026 - 13:56 WIB

Disparbud Gandeng Penggerak Konservasi Perkuat Ekowisata dan Eduwisata Pesisir Malang Selatan

7 Juni 2026 - 09:26 WIB

Ngopi di Bangunan Kolonial Belanda, 7 Cafe Batu Tawarkan Sensasi Berbeda dengan Harga Ramah Kantong

31 Mei 2026 - 19:45 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !