BACAMALANG.COM – Harga minyak dunia terus naik, seperti solar yang di kisaran Rp18.000 per liter dan Pertalite di harga Rp 20.000 per liternya.
Selama ini terdapat disparitas harga dari pemerintah kepada Pertamina. Dalam penyaluran BBM bersubsidi yaitu solar dan penugasan yaitu pertalite, ditemui banyak fakta penyaluran yang tidak tepat sasaran di mana pengguna yang seharusnya tidak berhak ikut mengkonsumsi BBM bersubsidi dan ini tentunya akan membebani dan mempengaruhi kuota yang harus dipatuhi Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha yang ditugaskan.
Sedangkan menurut data, sekitar 80 persen untuk solar subsidi, khususnya, tidak tepat sasaran. Berangkat dari hal tersebut, lewat aturan yang sedang di’godog’ akan dibuat filterisasi agar subsidi tepat sasaran.
Hal ini diungkapkan Section Head Communication & Relations Pertamina Patra Niaga wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Arya Yusa Dwicandra saat gathering bersama awak media di Malang, Jumat (15/7/2022).
Dikatakan Arya informasi gencar yang beredar menyebutkan, pembayaran harus lewat aplikasi khususnya solar dan pertalite.
“Padahal aplikasi tersebut bukan sebagai sarana pembayaran, namun sebagai upaya filterisasi, karena dipakai untuk registrasi data kendaraan roda empat, setelah itu akan ada verifikasi yang juga masih menunggu peraturan terbaru,” bebernya.
Proses selanjutnya akan muncul QR Code yang bisa dicetak sebagai sebagai tanda kendaraan tersebut berhak menggunakan BBM subsidi,” ujarnya.
Arya menegaskan bahwa dengan QR Code itu, pembayaran bukan lewat aplikasi, karena bisa tunai maupun non tunai. “Jika kendaraan dipindahtangan, bisa di hapus QR Code nya. Satu akun bisa untuk 3 kendaraan, sementara kalau kendaraan komersial bisa sampai 10 kendaraan.
Jika tidak mendaftar, Pertamina tidak melakukan tindakan karena bukan wewenang kami, yang sebatas imbauan saja, karena nanti implementasinya akan ada dari pemerintah.
Arya menyebutkan, per 12 Juli 2022, sudah 18.000 registrasi data yg masuk dan terverifikasi untuk solar untuk 13 wilayah.
Gelombang kedua di Jawa Timur pendaftaran sementara akan dibuka Madiun, Malang dan Mojokerto karena kondusif, dan penyaluran BBMnya lancar. Apalagi sudah ada kenaikan konsumsi BBM sebesar 12 persen dibanding tahun lalu yang menandakan kegiatan ekonomi bergerak kembali.
“Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat Malang Raya untuk mulai mendaftarkan kendaraannya,” ujarnya.
Terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Patra Niaga Jatimbalinus, Rusminto Wahyudi mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat untuk turut serta dalam pendaftaran subsidi tepat BBM di beberapa kota dan kabupaten yang dilakukan semenjak 1 Juli 2022 kemarin, membuat Pertamina melakukan perluasan pendaftaran subsidi tepat melalui website https://subsiditepat.mypertamina.id, salah satunya di Kota Malang.
“Dari 13 Kota dan Kabupaten yang dilakukan pendaftaran subsidi tepat pada 1 Juli 2022 kemarin, telah masuk sebanyak lebih dari 79.000 data kendaraan melalui website subsiditepat.mypertamina.id tersebut. Pada tanggal 14 Juli 2022 dilakukan perluasan di 37 Kota serta Kabupaten di Indonesia termasuk Kota Malang,” paparnya.
Rusminto menerangkan, pendaftaran dapat dilakukan di beberapa booth, yakni:
1. Fuel Terminal Malang – Jl. Halmahera No. 13 Ciptomulyo, Kec. Sukun, Kota Malang
2. SPBU 5465105 – Jl. Raya Tlogomas No. 45, Kec. Lowokwaru, Kota Malang
3. SPBU 5165116 – Jl. Raya Langsep, Bareng, Kec. Klojen, Kota Malang
4. SPBU 5465170 – Jl. Terusan Sulfat, Sawojajar, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.
“Subsidi yang tepat sasaran ini menjadi penting, mengingat Pemerintah sendiri telah berkontribusi besar mengalokasikan dana hingga Rp. 520 triliun untuk subsidi energi di tahun 2022. Dalam memastikan subsidi energi dapat disalurkan tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga harus mematuhi regulasi yang berlaku, seperti Peraturan Presiden No. 191/2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020. Perpres No. 191/2014 masih dalam proses revisi untuk penetapan pihak-pihak yang berhak mendapatkan subsidi,” terangnya.
Menurut Rusminto, hal-hal terkait segmentasi pengguna, kuota dan regulasi penyaluran lain akan tertuang dalam regulasi tersebut yang pada saatnya akan diterapkan. Pararel, Pertamina Patra Niaga selaku yang ditugaskan juga berinisiatif, untuk memastikan penyaluran di lapangan ini bisa berjalan lebih tepat sasaran dengan memulai uji coba pendaftaran.
“Pendaftaran dapat melalui aplikasi MyPertamina, website pedulitepat.mypertamina.id dan daftar langsung di SPBU yang ditunjuk,” tandas Rusminto. (ned)





















































