BACAMALANG.COM — National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang bergerak aktif di tiga lini: pembinaan jangka panjang 2026-2031, pengajuan hibah pembinaan 2027, dan apresiasi prestasi atlet Keparprov Jatim 2025. Terbaru, NPCI juga menggelar seleksi atletik sebagai persiapan Keparprov Jatim 2026.
Sebagai langkah persiapan menghadapi Keparprov Jatim 2026, NPCI Kabupaten Malang menggelar seleksi cabang olahraga atletik di lapangan luar Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (15/8/2026) siang.
Sebanyak 10 atlet disabilitas potensial dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang mengikuti seleksi ketat ini. Mereka diuji pada nomor lempar cakram, tolak peluru, lari berbagai jarak, hingga lompat jauh. Tim pelatih dan pengurus NPCI Kabupaten Malang memantau langsung catatan waktu, jarak lompatan, hingga jarak lemparan dari para peserta. Hasil seleksi ini akan menjadi acuan utama pembentukan kontingen atletik yang siap bertanding nantinya.
Humas dan Ketua Seksi Hukum dan Advokasi, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang, Agus Subyantoro, S.H. mengatakan proses seleksi berjalan dengan semangat tinggi.
“Hari ini seleksi daerah khusus cabang olahraga atletik. Para atlet menunjukkan kemampuan terbaik pada sejumlah nomor yang dipertandingkan. Tim pelatih mencatat waktu, jarak lompatan, hingga jarak lemparan sebagai acuan utama,” ujar Agus Subyantoro, S.H, kepada bacamalang, Minggu (16/8/2026).
Lebih lanjut, Agus menargetkan prestasi terbaik untuk Kabupaten Malang di ajang provinsi nanti. “Kami berharap atlet terpilih mampu mengharumkan nama Kabupaten Malang dan membawa pulang medali emas di ajang Keparprov Jatim 2026 di Surabaya mendatang,” tukasnya.
NPCI Kabupaten Malang menyusun Program Kerja 2026 sebagai cetak biru pembinaan atlet penyandang disabilitas. Program ini menjadi pedoman untuk meningkatkan prestasi, memperluas partisipasi, dan mewujudkan olahraga inklusif di Kabupaten Malang.
Kabupaten Malang memiliki potensi besar atlet disabilitas yang tersebar hingga pelosok. NPCI hadir untuk menjaring, membina, dan mengantarkan atlet menuju level nasional hingga internasional. Fokus utama program ini adalah regenerasi atlet, penyediaan sarana aksesibel, peningkatan jam terbang, dan sinergi dengan Pemkab Malang, KONI, dan masyarakat.
Visi NPCI adalah menjadi organisasi pelopor yang mewujudkan atlet disabilitas unggul, tangguh, dan berdaya saing internasional. Misinya meliputi pembinaan berjenjang profesional, penjaringan bakat hingga SLB dan komunitas, serta perjuangan kesetaraan hak dan kesejahteraan atlet.
Arah strategi utama yang dijalankan meliputi pembinaan berjenjang dengan kurikulum latihan standar, penerapan sport science, sertifikasi pelatih, dan pusat pelatihan rutin. Kedua, penjaringan bakat melalui program NPCI Goes to SLB, Festival Olahraga Inklusif, dan database digital atlet dengan target menemukan 20-30 atlet muda potensial tiap tahun. Ketiga, peningkatan kesejahteraan melalui advokasi kesetaraan bonus, jaminan BPJS, beasiswa, dan kemitraan CSR.
Program kerja prioritas mencakup bidang umum seperti rapat kerja, koordinasi, evaluasi triwulan, dan penguatan sekretariat. Di bidang pemberdayaan atlet ada forum sarasehan, Aero-Inklusi ke SLB, dan Ekspedisi Talent Scouting.
Bidang cabang olahraga fokus pada audit dan pengadaan alat standar internasional seperti kursi roda balap, panahan, dan voli duduk. Bidang pelatih dan klasifikasi melakukan upgrading pelatih dan klasifikasi dini ke daerah. Sementara bidang humas dan media mengelola media digital dan penggalangan sponsorship CSR.
Total anggaran yang diajukan dalam program kerja ini sebesar Rp279.290.000. Fokus belanja pada operasional sekretariat, honorarium pelatih dan atlet pembinaan, pengadaan sarana prasarana, serta penyelenggaraan kejuaraan dan pengiriman kontingen. NPCI Kabupaten Malang optimistis program ini melahirkan atlet bermental juara yang mengharumkan nama daerah.
Selain program jangka panjang, NPCI juga mengajukan permohonan bantuan dana hibah kepada Pemerintah Kabupaten Malang untuk program pembinaan atlet penyandang disabilitas tahun 2027, diajukan kepada Bupati Malang Cq. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
NPCI mengajukan dana sebesar Rp271.755.000 untuk mendukung rencana program kerja dan pembinaan atlet tahun anggaran 2027. Sebagai kelengkapan administrasi, NPCI melampirkan Rencana Anggaran Biaya, Rencana Program Kerja dan Pembinaan 2027, Susunan Pengurus beserta SK, salinan rekening Bank Jatim Capem Malang nomor 0047861187 atas nama NPCI Kabupaten Malang, dan dokumen pendukung lainnya.
NPCI berharap dukungan hibah ini menjadi wujud komitmen Pemkab Malang dalam mewujudkan pembinaan olahraga disabilitas yang berprestasi, inklusif, dan berkelanjutan. NPCI juga merupakan member IPC, APC, APSF, dan IBAD.
Terkait apresiasi prestasi, NPCI mengajukan surat kepada Bupati Malang. Permohonan bonus atau insentif diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi atlet asal Kabupaten Malang pada Kejuaraan Paralimpik Provinsi Jawa Timur 2025 yang digelar pada 4 sampai 7 Desember 2025 di Lapangan Atletik Oentoeng Poedjadi FIKK Unesa, Surabaya.
Atlet yang diajukan adalah Agus Saputra peraih perak lari 100 meter dan perak lari 200 meter, Sukis Nurkamsah peraih perak lari 200 meter, Moh Yusuf peraih perak tolak peluru, Candra Bayu Pramana Putra peraih perunggu lempar lembing, dan Muhammad Alfian Zaki Alfaris peraih perunggu lompat jauh.
NPCI menyebut pemberian insentif sangat penting guna memotivasi para atlet agar terus meningkatkan prestasi, serta membawa nama harum Kabupaten Malang di kancah regional maupun nasional.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































