Sam Anas Pimpin Pertina Kota Malang, Sam Ade d’Kross Comeback Hidupkan Tinju Profesional - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 16 Agu 2026 06:30 WIB ·

Sam Anas Pimpin Pertina Kota Malang, Sam Ade d’Kross Comeback Hidupkan Tinju Profesional


 Tokoh tinju nasional asal Malang, Ir. H. Ade Herawanto, MT, atau yang akrab disapa Sam Ade d’Kross, menyatakan siap kembali aktif dan menghidupkan geliat tinju profesional di Kota Malang. (ist) Perbesar

Tokoh tinju nasional asal Malang, Ir. H. Ade Herawanto, MT, atau yang akrab disapa Sam Ade d’Kross, menyatakan siap kembali aktif dan menghidupkan geliat tinju profesional di Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM — Peta kekuatan olahraga tinju di Kota Malang memasuki babak baru. Muhammad Anas Muttaqien terpilih sebagai Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang, sementara tokoh tinju nasional asal Malang, Ir. H. Ade Herawanto, MT atau yang akrab disapa Sam Ade d’Kross, memastikan diri kembali aktif menghidupkan geliat tinju profesional.

Dua momentum tersebut mengemuka setelah Musyawarah Kota (Muskot) Pertina Kota Malang yang digelar di Aula KONI Kota Malang, Sabtu (15/8/2026).

Anas terpilih setelah memperoleh lima suara, mengungguli Yesta yang meraih empat suara. Total terdapat sembilan suara dalam Muskot, terdiri atas delapan suara sasana dan satu suara wasit.

Dari 13 sasana yang memiliki hak suara dan diundang panitia, sebanyak delapan sasana hadir. Dengan jumlah tersebut, Muskot dinyatakan memenuhi kuorum dan proses pemilihan dapat dilanjutkan hingga menghasilkan kepemimpinan baru.

Persidangan Muskot dipimpin Sunarko, wasit internasional yang mewakili Pertina Jatim, didampingi Hakim sebagai sekretaris sidang dan Eka Nurcahyo sebagai anggota dari sasana. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan KONI Kota Malang dan berlangsung lancar.

Usai terpilih, Anas yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Malang menegaskan komitmennya untuk membawa prestasi tinju Kota Malang kembali bersaing di level Jawa Timur, nasional hingga internasional.

Salah satu pekerjaan awal yang akan dilakukan adalah memperkuat organisasi serta melakukan pendataan ulang terhadap sasana-sasana tinju di Kota Malang. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun pembinaan atlet yang lebih terarah sekaligus memetakan potensi petinju muda di setiap sasana.

Anas juga menatap sejumlah agenda olahraga besar, termasuk Porprov X Jatim di Surabaya dan Popda Jatim. Terlebih, cabang olahraga tinju untuk pertama kalinya akan dipertandingkan dalam Popda.

“Kami mohon dukungan dari para senior, insan tinju dan masyarakat, untuk membawa Kota Malang kembali menjadi barometer tinju di Indonesia,” ujar Anas.

Sam Ade d’Kross Comeback

Di tengah lahirnya kepemimpinan baru di tubuh Pertina, geliat tinju Kota Malang juga mendapat suntikan energi dari kembalinya Sam Ade d’Kross.

Tokoh pemuda sekaligus pembina Pertina Jatim dan Ketua Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Malang Raya tersebut menyatakan siap kembali aktif menggerakkan tinju profesional di Kota Malang.

Comeback Sam Ade ditandai dengan rencana kembali digelarnya Malang Super Fight (MSF) pada Oktober mendatang.

Bagi pencinta tinju Malang Raya, MSF bukan sekadar agenda pertandingan. Ajang tersebut memiliki sejarah panjang dalam membangun atmosfer tinju profesional sekaligus membawa nama Kota Malang ke panggung tinju nasional dan internasional.

Sejumlah edisi MSF sebelumnya bahkan menghadirkan pertarungan bergengsi dengan petinju dari luar negeri. Salah satunya mempertemukan petinju Indonesia Tibo Monabesa dengan Witawas Basapean dari Thailand dalam perebutan sabuk WBC Internasional.

Petinju Indonesia lainnya, Defry Palulu, juga pernah tampil menghadapi petinju asal Filipina dalam ajang MSF.

Keunikan MSF tidak hanya terletak pada pertarungan di atas ring. Ajang ini juga memiliki tradisi menghadirkan pertandingan di ruang-ruang publik, mulai kawasan Jalan Ijen, Simpang Balapan hingga halaman Balai Kota Malang.

MSF sebelumnya juga pernah menjadi bagian dari peringatan berbagai momentum, mulai HUT Kota Malang hingga kegiatan institusi TNI.

Tradisi perebutan sabuk juara bergengsi turut menjadi bagian dari MSF. Di antaranya Sabuk Emas Wali Kota Malang, Sabuk Emas Panglima Divisi 2 Kostrad hingga Sabuk Emas Dan Yon Bek Ang Divif 2 Kostrad.

Tidak hanya tinju, MSF juga pernah memadukan pertandingan dengan berbagai seni bela diri seperti kick boxing dan pencak silat, termasuk penampilan PSHT dan Merpati Putih.

Amatir dan Profesional Berjalan Beriringan

Kembalinya MSF diharapkan tidak berhenti sebagai panggung bagi petinju profesional. Lebih jauh, ajang tersebut dapat menjadi ruang transisi bagi petinju amatir dari berbagai sasana di Kota Malang untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menuju level profesional.

Dengan Anas memimpin Pertina dan Sam Ade d’Kross kembali menggerakkan tinju profesional, terdapat peluang untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih berkesinambungan.

Pertina dapat memperkuat fondasi pembinaan atlet amatir, sementara jalur profesional membuka ruang bagi petinju-petinju potensial untuk melanjutkan karier ke level yang lebih tinggi.

Para pengelola sasana juga menunjuk Ade Herawanto untuk kembali menghidupkan organisasi tinju profesional di Kota Malang dengan menempatkannya sebagai Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kota Malang, yang sebelumnya cukup lama vakum.

Dua momentum ini menjadi sinyal kebangkitan baru tinju Kota Malang.

Di satu sisi, Pertina memiliki nahkoda baru melalui Sam Anas dengan agenda pembenahan organisasi dan peningkatan prestasi atlet. Di sisi lain, Sam Ade d’Kross kembali membawa semangat tinju profesional melalui MSF.

Jika keduanya dapat berjalan beriringan, bukan tidak mungkin Kota Malang kembali menjadi salah satu pusat kekuatan tinju Indonesia, dari sasana, ring amatir hingga panggung profesional.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

NPCI Kabupaten Malang Bidik Prestasi dan Kesejahteraan Atlet, Ajukan Hibah Rp 271 Juta Hingga Bonus Keparprov 2025

16 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Porprov Jadi Pemicu, Cak To Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Kepanjen Lebih Terarah

15 Agustus 2026 - 20:56 WIB

PTM Oppa Tè Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Turnamen Tenis Meja

12 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Charity Golf Tournament Director Cup VIII Polinema Jadi Jembatan Kolaborasi Alumni dan Dunia Industri

11 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Wakili Polda Jatim di Tingkat Nasional, Polres Batu Sabet Juara 3 Esports Kapolri Cup 2026

10 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Junrejo Culture Carnival 2026 Meriah, Tampilkan Pesona Budaya Nusantara

9 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !